Presiden PKS, Sebut Ledia Hanifah Sebagai Pengganti Fahri di DPR

pksssJurnalPatroliNews-Jakarta – Hubungan Partai Keadilan Sejahtera dengan Fahri Hamzah sejauh ini masih belum ada tanda-tanda membaik. Namun, Presiden PKS Sohibul Iman mengatakan, Fahri bisa balik lagi ke partai asalkan mau mengikuti aturan.

“Dia balik ke PKS juga bisa. Kita cari orang baru saja bisa. Kalau kembali ke PKS ya mengakui kesalahan, cabut gugatan-gugatan hukum itu,” kata Sohibul  di kantor DPP PKS, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Sohibul menekankan masuk kembali ke PKS tak rumit. Ia mencontohkan orang lain saja bisa diajak. Apalagi, pihak yang pernah menjadi bagian dari PKS seperti Fahri Hamzah.

“Ke PKS kan gampang. Orang lain saja kita ajak, masak yang sudah pernah nggak boleh. Cuma jangan masih merasa benar sendiri, kemudian gugat-gugat dan sebagainya,” ujarnya.

Kemudian, Sohibul menambahkan hingga sekarang masih menunggu panggilan dari pengadilan atas upaya banding yang dilakukan pihaknya. Fahri sebelumnya pada Desember 2016 memenangkan gugatan atas pemecatannya dari PKS di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“Jadi kalau proses di pengadilan kita banding, dan sampai sekarang pengadilan belum memanggil kita. Ya kami mengikuti proses hukum,” ujarnya.

Terkait proses pergantian kursi Fahri sebagai pimpinan DPR juga akan dipengaruhi dalam putusan hukum nanti. Meski secara politik, mestinya PKS sudah bisa menggusur Fahri dari pimpinan DPR dan menggantinya dengan Ketua Bidang Humas DPP PKS, Ledia Hanifah. Sebab, pergantian kursi pimpinan adalah ketentuan partai.

“Proses politik ini kan masalah kemauan pimpinan DPR, kalau pimpinan DPR bisa memproses ya bisa selesai ini,” kata Sohibul.

Namun, Sohibul mengakui selama Ketua DPR masih dijabat Setya Novanto, sulit untuk menggusur Fahri.

“Kalau pimpinan itu hak fraksi. Kalau selama Novanto sulit lah, karena kawan,” ujarnya.

Konflik PKS dengan Fahri dimulai dengan pemecatannya berdasarkan surat yang dikeluarkan awal April 2016. Pemecatan Fahri mengacu rekomendasi Badan Penegak Disiplin Organisasi (BPDO) PKS dan sudah disahkan Majelis Tahkim PKS. Alasan pemecatan Fahri lantaran membangkang dan tak patuh terhadap kebijakan partai.

Setelah Fahri, PKS juga memecat kader lainnya, Gamari Sutrisno dari keanggotaan partai dan DPR. Tapi, Fahri memberikan perlawanan lewat jalur hukum. Perlawanan Fahri ini pula yang membuat PKS sulit menggusurnya. Upaya PKS menyodorkan nama Ledia Hanifa ke kursi pimpinan DPR masih belum berhasil.

Eks Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKS itu memenangkan gugatan atas pemecatannya di PN Selatan pada Desember 2016. PKS sendiri sudah mengajukan banding terhadap putusan PN Jakarta Selatan.

Di tengah proses banding hukum ini, beberapa kejadian seperti persoalan Pembentukan Pansus hak Angket KPK kembali memanaskan hubungan Fahri dengan PKS. Fahri pun tak segan beberapa kali pernah melontarkan kritikan terhadap gaya kepemimpinan Sohibul.(**)

LEAVE A REPLY