Sri Mulyani Tarik Utang 54 T Rupiah Lebih Awal

berita_464571_680x380_sri-mulyaniJurnalPatroliNews JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, menarik utang lebih awal (prefunding) senilai US$ 4 miliar atau setara Rp 54 triliun (kurs Rp 13.500 per dolar AS) melalui penerbitan tiga Surat Utang Negara (SUN). Upaya ini untuk mengamankan kas negara demi memenuhi kebutuhan tahun depan.

Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pre-funding kali ini memiliki suatu volume dan harga yang baik. Selain itu, dengan tingkat suku bunga yang rendah dari suku bunga Amerika Serikat (AS) mencerminkan bahwa struktur APBN Indonesia kuat.

“Apa yang kita capai dengan volume dan maturity dan jatuh tempo, dan juga rate dan price-nya luar biasa rendah dibandingkan pertengahan tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya. Ini menggambarkan APBN kita memiliki struktur yang kuat, sehingga mereka memiliki kepercayaan untuk bisa membeli bond Indonesia,” ujar Sri Mulyani di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Rabu (6/12).

Dia juga menuturkan bahwa pre-funding ini bisa menjaga aliran uang atau cashflow pada bulan Januari 2018. “Saya senang, tentu saja ini bisa membuat cashflow kita terutama bulan Januari (2018) bisa terjaga baik,” tambahnya.

Adapun transaksi penjualan US$ 4 miliar surat utang ini terdiri atas tiga seri surat utang. Pertama, seri RI0123 senilai US$ 1 miliar atau sekitar Rp 13,5 triliun dengan tingkat kupon 2,950 persen dan tingkat imbal hasil (yield) 3,000 persen. Tenor 5 tahun dan jatuh tempo pada 11 Januari 2023.

Pemerintah berhasil menjual surat utang seri kedua, RI0128 senilai US$ 1,25 miliar atau sekitar Rp 16,88 triliun dengan tenor 10 tahun dan jatuh tempo 11 Januari 2028. Tingkat kupon 3,500 persen dan tingkatimbal hasil 3,550 persen.

Ketiga, seri RI0148 senilai US$ 1,75 miliar atau sekitar Rp 23,63 triliun. Tenor 30 tahun dan jatuh tempo 11 Januari 2048. Tingkat kupon dipatok 4,350 persen dan imbal hasil 4,400 persen.

Penerbitan obligasi ini memperoleh peringkat investment grade dari ketiga lembaga pemeringkat global, yakni peringkat Baa3 dari Moody’s, BBB- dari Standard & Poor’s, dan BBB- dari Fitch. (dai)

LEAVE A REPLY