Untuk Kesiapsiagaan, Kemhan Gelar Latihan Mitigasi Resiko Bencana Gempa Bumi di Gedung Bertingkat

JurnalPatroliNews-Jakarta – Kementerian Pertahanan melalui Pusat Biro Umum Sekretariat Jenderal (Roum Setjen) Kemhan menyelenggarakan Bimbingan Teknik (Bimtek) Latihan Kesiapsiagaan Bencana Alam Gempa Bumi di Lingkungan Kemhan TA 2017. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya membangun kesiapsiagaan dan mengurangi resiko apabila terjadi bencana alam gempa bumi.

Bimtek ini dibuka oleh Karoum Setjen Kemhan Brigjen TNI Dessano Indrasakti yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Kabag Pengamanan Roum Setjen Kemhan Kol. Boni W. Sambodo, S.H., Rabu (6/7) di kantor Kemhan, Jakarta.

Dalam kegiatan Bimtek ini, sebanyak kurang lebih 60 perserta yang berasal dari perwakilan Satker di lingkungan Kemhan diberikan pembekalan pengetahuan tentang bencana gempa bumi di Indonesia sekaligus upaya mitigasi resiko bencana gempa bumi di gedung bertingkat.

Selain menerima materi dari dua orang nara sumber yakni pejabat dari Pusdiklat Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Dinas Pemadam Kebakaran Provinsi DKI Jakarta, para peserta juga melaksanakan skenario latihan evakuasi korban yang terjebak di gedung perkantoran Kemhan apabila terjadi gempa bumi.

Karoum Setjen Kemhan dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Kabag Pam Setjen Kemhan berharap kepada para peserta Bimtek agar bersungguh-sungguh dalam mengikuti latihan simulasi kesiapsiagaan bencana gempa bumi dan dapat diterapkan di Satker masing-masing apabila terjadi bencana alam gempa bumi.

“Saya ingin menekankan kepada peserta Bimtek agar sungguh-sungguh dalam melaksanakan latihan ini, perhatikan faktor keamanan dan setelah kegiatan Bimtek latihan mitigasi resiko bencana alam gempa bumi para peserta dapat menerapkan ilmu ini di Satker masing-masing apabila terjadi kejadian bencana alam gempa bumi”, harapnya.

Dengan pengetahuan yang diperoleh saat pelatihan ini, nantinya tidak hanya dapat berguna baik untuk dirinya maupun Kemhan, tetapi juga untuk masyarakat sekitarnya dalam mengurangi resiko bencana alam gempa bumi.

LEAVE A REPLY