Elpiji ‘Melon’ Mulai Langka di Beberapa Daerah Termasuk di Jakarta

f57bf27d-90d3-4755-8cc7-506b95f07af5_169JurnalPatroliNews – Sejumlah daerah di Indonesia mulai mengalami kelangkaan Elpiji 3 kilogram (kg) subsidi warna hijau muda atau sering disebut gas melon.

Di sejumlah wilayah di Jakarta sendiri mengalami kelangkaan elpiji 3 kg sejak April 2017 lalu. Sementara seminggu terakhir, kelangkaan gas elpiji ukuran tiga kilogram terjadi hampir merata di sejumlah wilayah di Bogor.

Sulitnya mendapatkan gas ukuran tiga kilogram itu menyebabkan warga Bogor terpaksa harus mengantre berjam-jam di agen penjualan gas yang jauh dari wilayah rumahnya.

Menurut Unit Manager Communication & Relations Pertamina Jawa Bagian Barat Dian Hapsari Firasati mengatakan jika masyarakat mampu menggunakan, dikhawatirkan Elpiji 3 kilogram tidak tepat sasaran.

“Karena Elpiji 3 kilogram adalah barang subsidi sehingga penggunaannya ada kuota dari pemerintah. Sesuai tulisan yang ada pada tabung, sesungguhnya hanya untuk masyarakat tidak mampu. Makanya kami harap yang mampu, apalagi bisnis yang maju beralih ke non subsidi,” katanya, Kamis (7/12/2017).

Dian menambahkan, Pertamina telah melakukan operasi pasar di sejumlah titik di Jawa Barat seperti Kota/Kabupaten Bogor, Sukabumi, Depok, dan Priangan Timur sejak Senin kemarin hingga hari ini.

Namun untuk membeli Elpiji 3 kg dari operasi pasar, masyarakat harus menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Menurut Sari hal itu guna memastikan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi.

“Biar terdata domisili warga dan memastikan tidak ada pembelian berkali-kali,” tuturnya.

Untuk operasi pasar kali ini, Pertamina hanya menjatahkan pembelian 2 tabung untuk setiap 1 KTP. Sementara untuk harganya di wilayah Jakarta, Bogor dan Depok dibanderol Rp 16 ribu per tabung.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) menambah pasokan Elpiji 3 kg di kawasan Jakarta, Jawa Barat dan Banten seiring dengan keluhan masyarakat atas kelangkaan LPG subsidi ini. Penambahan pasokan yang digelontorkan bervariasi untuk masing-masing wilayah, bahkan ada yang mencapai 60% dibandingkan penyaluran normal. (dai)

LEAVE A REPLY