MA: Praperadilan Setya Novanto Gugur

591708835JurnalPatroliNews JAKARTA – Kepala Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung, Abdullah menegaskan hakim sidang praperadilan Setya Novanto harus memutus gugur apabila Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) memulai sidang perdana kasus korupsi e-KTP lebih dulu dari sidang putusan praperadilan.

“Praperadilan tidak menyidangkan pokok perkara,” kata Abdullah, di Jakarta, Kamis (7/12).

Abdullah menyinggung Pasal 82 ayat (1) huruf d KUHAP yang menyatakan perkara praperadilan gugur jika perkara pokoknya telah dilimpahkan dan mulai disidangkan.

“Secara normatif Pasal 82 ayat (1) huruf d KUHAP mengatur, jika perkara praperadilan sedang diperiksa sedangkan perkara pokoknya sudah dilimpahkan dan mulai disidangkan maka perkara praperadilan akan diputus dan dinyatakan gugur,” katanya.

Diketahui, sidang perdana Setnov di Pengadilan Tipikor direncanakan digelar pada Rabu (12/12). Sementara sidang putusan praperadilan Setnov baru akan dilaksanakan pada Kamis (13/12).

Dengan demikian, praperadilan Setnov yang tengah berjalan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mesti gugur, karena sidang perkara di Tipikor digelar sehari lebih dulu dibanding sidang putusan praperadilan.

Pihak Novanto meyakini permohonan praperadilan yang kedua ini tidak akan dinyatakan gugur. Alasannya, putusan Mahkamah Konstitusi (MK) menyebut, praperadilan gugur apabila sidang perdana pembacaan surat dakwaan telah digelar.

“Putusan MK menyatakan praperadilan gugur apabila sudah dibacakan dakwaan,” kata kuasa hukum Novanto, Fredrich Yunadi.

Setya Novanto menggugat praperadilan terhadap KPK atas status tersangkanya dalam kasus korupsi yang merugikan negara Rp 2,3 triliun dengan nilai proyek Rp 5,84 triliun tersebut. Penetapan status Setya sebagai tersangka oleh KPK ini merupakan yang kedua kalinya.

Sebelumnya, KPK menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka untuk kasus yang sama. Setya menggugat praperadilan ihwal penetapannya tersebut dan menang. (dai)

LEAVE A REPLY