Retno Marsudi, Trump Akui Yerusalem Sebagai Wilayah Israel Bahayakan Proses Perdamaian Palestina dan Israel

retnoJurnalPatroliNews-Tangerang Selatan : Pemerintah Indonesia menilai bahwa pengumuman Trump yang  di Gedung Putih Washington DC, Rabu (6/12), pukul 13.00 waktu setempat atau pukul 01.00 WIB itu, di duga  akan merusak stabilitas kawasan Timur Tengah yang sebagian besar penyebabnya adalah konflik Palestina dan Israel. Kata Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi di Gedung Indonesia Conference and Exhibition (ICE) Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (7/12).

“Kita juga khawatir pengumuman itu akan menciptakan instabilitas di kawasan Timur tengah, jadi posisi kita sangat jelas,” kata Retno.

Dikatakan Retno Marsudi  pengumuman Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai wilayah Israel . membahayakan proses perdamaian Palestina dan Israel.

“Kita sangat concern dengan rencana itu, dan kalau jadi dilakukan kita khawatir akan membahayakan proses perdamaian itu sendiri,” tegasnya.

Sebelumnya pada hari  Rabu (6/12) pukul 13.00 waktu setempat, Trump telah mengumumkan secara resmi pengakuan AS terhadap Yerusalem sebagai wilayah Israel dan akan memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Trump menyebut pengakuan Yerusalem sebagai milik Israel tidak lain sebagai pengungkapan fakta sebagaimana mestinya.

Padahal, Palestina akan menjadikan Yerusalem Timur sebagai ibu kota saat benar-benar merdeka karena wilayah tersebut masih dicaplok Israel.

Selain Indonesia yang terus mendukung kemerdekaan Palestina, berbagai kecaman atas rencana AS itu disampaikan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guteres, Paus Fransiskus, Tiongkok Julio, Uni Eropa, dan bahkan dari negara-negara sekutu AS.(**)

LEAVE A REPLY