Mahkamah Internasional Selidiki Kejahatan Perang Israel

357855_620JurnalPatroliNews – Mahkamah Kejahatan Internasional (International Criminal Court/ICC) akan menyelidiki para pemimpin Israel terkait pembangunan permukiman ilegal di Yerusalem Timur, perluasan kota-kota Israel di Yudea dan Samaria, juga konflik dengan Hamas pada 2014, serta operasi militer Operation Protective Edge.

Menurut laporan yang disiarkan televisi Israel, Channel 10 Senin (8/1) sore, Dewan Keamanan Nasional (NSC) Israel telah memperingatkan para politisi di Komite Pertahanan dan Luar Negeri di Parlemen Israel, Knesset soal rencana tersebut.

Anggota senior NSC, Amit Aviram mengajukan presentasi rahasia berjudul “Penilaian Situasi Strategis untuk 2018”, ungkap Channel 10, Senin (8/1).

Kekhawatiran NSC menyusul laporan ICC pada 4 Desember 2017 yang memaparkan hasil pemeriksaan pendahuluan, yang dimulai sejak 2015. Ketua Jaksa ICC, Fatou Bensouda mempublikasikan laporan bertajuk “Aktivitas Pemeriksaan Awal 2017”, di mana dia membeberkan perkembangan pemeriksaan klaim Palestina terhadap Israel yang diluncurkan sejak Januari 2015.

Laporan 2017 itu mengutip dugaan keterlibatan pemerintah Israel, dalam pembangunan pemukiman ilegal warga Yahudi di wilayah Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Laporan itu juga menyebut berdirinya Amichai, kota Israel pertama yang dibangun di Samaria dalam seperempat abad, sebagai contoh.

Berdasarkan hukum internasional, Israel dilarang mendirikan permukiman di wilayah pendudukan Palestina.

Operasi militer Israel, ‘Operation Protective Edge’, selama 50 hari pada 2014 di Jalur Gaza berawal dengan serangan udara merespons roket dari Jalur Gaza, serupa dengan Operasi Pilar Pertahanan 2012.

Menurut kabar yang dilansir Times of Israel, dari pihak Israel 74 orang tewas, termasuk 68 tentara Israel, 11 di antaranya tewas dalam serangan di terowongan lintas perbatasan, dan enam warga sipil. Adapun di Jalur Gaza, lebih dari dua ribu orang tewas, menurut Israel sendiri 50 persen di antaranya warga sipil, sisanya kombatan. Seluruh Jalur Gaza rusak berat akibat operasi militer Israel tersebut. (dai)

LEAVE A REPLY