Sri Mulyani Evaluasi Tax Allowance dan Tax Holiday Tidak Diminati

656578_720JurnalPatroliNews JAKARTA – Insentif tax allowance dan tax holiday yang diberikan pemerintah kian sepi peminat. Oleh karena itu, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan mengkaji permasalahan hingga kebutuhan kebutuhan terkini sektor industri.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, tak ada satu pun perusahaan yang mengajukan diri untuk mendapatkan insentif tax allowance dan tax holiday di tahun 2017.

Sebab menurut Sri Mulyani, ada kemungkinan insentif fiskal saat ini bisa dianggap kurang menarik atau justru sektor industri malah butuh jenis insentif lain.

“Karena tidak ada yang apply (tax holiday dan tax allowance), jadi kami mau tahu saja. Apa tidak menarik, apa butuh insentif lain? Kami akan lihat apa saja yang bisa trigger confidence untuk ekspansi,” ungkap Sri Mulyani di kantornya, Senin (8/1).

Ia melanjutkan, ada kemungkinan kebijakan insentif fiskal saat ini sudah tidak mengikuti perkembangan zaman.

“Waktu itu disusun berdasarkan masukan juga dari BKPM, industri dan mereka mengatakan itu bentuk insentif yang diperlukan, seperti depresiasi yang dipercepat, berbagai hal yang kita masukkan. Lost carry forward. Beberapa hal itu mungkin kita perlu review saja lagi, sekarang ini sebetulnya kebutuhan industri apa,” imbuhnya.

Menurutnya, sudah banyak perubahan hampir dalam 10 tahun lalu. Di mana dia menilai mungkin ini yang membuat pelaku usaha tidak berminat karena sudah banyak perubahan dan keinginan lain.

“Kalau tadi masukannya mengenai daya kompetisi kita, adalah labour weight, ada masalah bahan baku, ya kita akan lihat. Kalau halangannya banyak hal lain, ya kita akan dengar dan nanti akan disampaikan kepada Menteri yang lain. Kan tidak semua persoalannya itu soal keuangan,” tukasnya.

(dai)

LEAVE A REPLY