Pemerintah Serap 13 T Rupiah Dalam Lelang SBSN

160130053149_rupiahJurnalPatroliNews JAKARTA – Pemerintah menyerap dana sebesar Rp13 triliun dari lelang enam seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada 9 Desember 2018 dengan total penawaran yang masuk sebesar Rp32,2 triliun.

Keterangan pers tertulis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan yang diterima di Jakarta, Rabu (10/1/2018), menyebutkan jumlah dana diserap Rp13 triliun itu berasal dari seri SPNS10072018, PBS016, PBS002, PBS017, PBS012, dan PBS004.

Adapun, penawaran tertinggi dialami oleh sukuk dengan seri SPNS10072018 yaitu Rp10,64 triliun. Selain itu, seri yang mendapatkan penawaran tertinggi adalah sukuk dengan seri PBS016 dengan angka Rp7,19 triliun.

Rata-rata imbal hasil (yield) yang dimenangkan berada di rentang 4,42 persen hingga 7,28 persen, di mana yield tertinggi berada pada sukuk dengan seri PBS004 yang memiliki tenggat jatuh tempo 15 Februari 2037.

Sementara itu, himpunan terbesar didapatkan dari SBSN dengan seri PBS016 sebesar Rp4,37 triliun.

Pemerintah membutuhkan pembiayaan tahun depan sebanyak Rp783,2 triliun yang terdiri dari Rp55,8 triliun pinjaman dan Rp727,4 triliun SBN.

Namun, Angka SBN ini kemudian ditambah lagi dengan Surat Perbendaharaan Negara (SPN) jatuh tempo sebesar Rp119 triliun, sehingga angka total SBN yang diterbitkan pemerintah tahun depan di angka Rp846,4 triliun.

Rencananya, pemerintah akan melelang Project Based Sukuk (PBS) SBSN sebesar 15 persen hingga 20 persen dari penerbitan SBN bruto. Sehingga, pemerintah berharap bisa mendapatkan Rp126,96 triliun hingga Rp169,2 triliun dari penerbitan SBSN.

(dai)

LEAVE A REPLY