MUI: Jangan Bawa Nama Kami dan Ormas Islam dalam Pilkada

030743300_1432298500-muiJurnalPatroliNews JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta masyarakat tidak mencatut nama lembaganya saat memberikan dukungan kepada calon kepala daerah di 171 daerah. MUI juga mengimbau agar pendukung kandidat tidak mengatasnamakan ormas Islam selama Pilkada serentak 2018.

“Jikalau soal dukung mendukung, maka MUI mengimbau jangan membawa-bawa nama MUI dan ormas Islam,” ucap Wakil Sekjen MUI Nadjamuddin Ramli melalui pesan singkat, Rabu (10/1).

Pilkada serentak diharapkan berjalan dengan suasana damai dan harmonis tanpa ada yang mencatut nama MUI terutama saat berkampanye.

Seluruh pengurus ormas Islam juga diminta untuk tidak menyatakan dukungan kepada salah satu pasangan calon atas nama organisasi. Nadjamuddin meminta seluruh ormas Islam konsisten bersikap netral dalam ajang politik pilkada.

“Ormas Islam bukan parpol. Semua visi misi ormas Islam untuk memberdayakan para anggotanya,” ujar Nadjamuddin.

Sementara itu , Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Zainut Tauhid Sa’adi mengimbau kepada seluruh jajaran pimpinan MUI agar tidak ikut campur dalam urusan politik praktis selama pilkada serentak 2018 berlangsung di 171 daerah. Imbauan tak ikut politik praktis tersebut juga ditujukan kepada seluruh jajaran pimpinan ormas Islam.

“Mengimbau kepada pimpinan MUI dan pimpinan ormas Islam agar tidak terbawa arus politik praktis,” ucap Zainut melalui pesan singkat, Kamis (11/1/18).

Zainut meminta pimpinan MUI dan pimpinan ormas Islam berdiri di atas semua golongan. Mereka, kata Zainut, mesti mengayomi dan membimbing pasangan calon kepala daerah untuk menjauhi praktik politik kotor yang dilarang agama.

“Seperti risywah (politik uang), kampanye hitam, dan gharar (kecurangan),” ucap Zainut. (dai)

LEAVE A REPLY