Pangdam XIII/Merdeka Minta Yonif Brigif 715 Lakukan Ini di Perbatasan Indonesia-Timor Leste

Prajurit Yonif Brigif 715 membawakan yel-yel dihadapan Mayjen TNI Ganip Warsito sebagai tanda siap menjalankan tugas dengan semangat
Prajurit Yonif Brigif 715 membawakan yel-yel dihadapan Mayjen TNI Ganip Warsito sebagai tanda siap menjalankan tugas dengan semangat

JurnalPatroliNews-Gorontalo — Satgas Yonif 715/Motuliato Brigif 22/Otamanasa, Rabu (10/1/2018) kemarin diberangkatkan menuju Nusa Tenggara Timur untuk melaksanakan tugas operasi Pengamanan Perbatasan Darat Indonesia – Timor Leste TA 2018 melalui dermaga 3 Pelindo 4, kelurahan Leato, kecamatan Dumboraya, kota Gorontalo.

Pada upacara pemberangkatan tersebut, Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Ganip Warsito SE MM bertindak sebagai inspektur upacara, sedangkan komandan upacara dipercayakan kepada Danyonif 715/Mtl Mayor Inf Farid Yudis Purwanto SIP MPol.

Dalam amanatnya, Mayjen TNI Ganip Warsito selaku Panglima sekaligus mewakili keluarga besar Kodam XIII/Merdeka menyampaikan selamat atas kepercayaan negara yang diberikan kepada Yonif 715/Motuliato yaitu melaksanakan tugas pengamanan perbatasan.

Dihadapan seluruh prajurit yang tergabung dalam satgas pamtas RI-RDTL, Ganip berpesan, agar seluruh prajurit dapat bertanggungjawab atas kepercayaan yang diterima dan menjalankannya dengan baik, penuh semangat, kesungguhan serta dilandasi sikap disiplin yang tinggi.

“Perbatasan darat Indonesia – Timor Leste merupakan salah satu titik rawan yang harus dikontrol dengan sebaik-baiknya guna menjaga martabat dan harga diri bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar dan cinta damai. Sementara itu banyak warga Timor, baik yang warga negara Indonesia yang tinggal di bagian Timur Pulau Timor maupun yang berkewarganegaraan Timor Leste di bagian Barat Pulau Timor, yang masih merasa bahwa mereka adalah satu keluarga, satu suku bangsa, namun terpaksa berbeda kewarganegaraan,” ujar Ganip Warsito.

Lanjutnya, kondisi tersebut tentunya mengundang berbagai kerawanan yang mungkin tidak disadari oleh warga, baik yang berkaitan dengan bidang pertahanan, hukum, ekonomi maupun keamanan.

“Dari berbagai permasalahan tersebut, yang perlu mendapatkan perhatian khusus adalah kemungkinan terjadinya penyelundupan senjata api, narkoba, pelintas batas ilegal, ilegal Logging dan pemindahan patok batas negara serta mereka yang mempunyai agenda tertentu yang mungkin dapat mengganggu stabilitas keamanan dalam negeri Indonesia,” jelas Ganip Warsito.

Tugas mulia negara untuk menjaga dan mengamankan perbatasan darat RI-RDTL (Republik Demokrasi Timor Leste) kepada Prajurit Yonif 715/Motuliato disebut Ganip bukanlah tugas yang mudah sehingga ada begitu banyak hal yang harus disiapkan dan diperhatikan.

“Selain dituntut mengamankan wilayah dan menciptakan rasa aman bagi masyarakat, kalian juga harus mampu mengamankan diri masing-masing dan harus mampu menyelesaikan tugas pokok satuan. Oleh karena itu, selaku Pangdam XIII/Merdeka, saya perintahkan kepada seluruh prajurit Satgas Ops Pamtas Yonif 715/Motuliato untuk selalu menjaga nama baik satuan. Tunaikan tugas negara ini dengan penuh keyakinan, pusatkan perhatian kalian pada tugas-tugas yang akan segera kalian hadapi dan yakinlah bahwa kami semua disini senantiasa berdoa dan mendukung kalian,” tutupnya. (srisurya)

LEAVE A REPLY