SDN 10 Cileungsi Bogor Diduga Menjual Buku LKS

f557af8f-ebc8-4463-bfce-639437de138eJPNews  – Bogor, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menegaskan, praktik jual beli lembar kerja siswa (LKS) yang dilakukan pihak sekolah dan biasanya bekerja sama dengan penerbit atau pihak ketiga lainnya merupakan pungutan liar. Pasalnya, jual beli LKS telah melanggar Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 75/2016 tentang Komite Sekolah Pasal 12 ayat 1.

Dalam permen tersebut ditegaskan Komite Sekolah baik perseorangan maupun kolektif dilarang menjual buku pelajaran, bahan ajar, perlengkapan bahan ajar, pakaian seragam atau bahan pakaian seragam di sekolah.

Sudah jelas bukan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan menengah melarang bahkan praktik jual beli LKS masuk dalam kategori bahan ajar di sekolah dan tidak bisa dibenarkan sehingga harus dihentikan juga di berantas “LKS sebenarnya boleh digunakan asal dibuat oleh guru dan tidak diperjual belikan,” ucap Halim kepada “JurnalpatroliNews”, di Cileungsi Kamis, 11 Januari 2018.

Ia menjelaskan, dalam Kurikulum 2013, LKS sudah diintegrasikan dalam buku pelajaran yang diberikan pemerintah. Menurut dia, LKS yang diperjual belikan terpisah dengan buku melanggar Permendikbud tersebut.

“Komite sekolah harus mengingatkan kepala sekolah dan guru untuk segera menghentikan jual beli LKS ini, bahan ajar itu termasuk LKS,” kata Halim.

Halim Puat ketua Projo kab.bogor sangat geram juga angkat bicara,sangat disayangkan sampai praktik jual beli LKS ini di antaranya terjadi beberapa sekolah di Kota maupun kabupaten Bogor. Hal tersebut membuat orang tua siswa resah. Padahal, tahun ini Dinas Pendidikan Kota Bogor sudah menyediakan anggaran untuk pendidikan apa lagi penyediaan buku LKS gratis.tegasnya

Idi Tarmidi selaku komite sekolah dasar negeri 10 Cileungsi mengatakan lewat via Washap “Terus terang saya tidak tau apa-apa dan belum ada kompirmasi dari pihak sekolah dan saya akan datang kesekolahan juga menanyakan kepada kepala sekolah, namun ketika pihak komite datang dan menanyakan justru kepala sekolah mengatakan kepada komite ” saya tidak tau kalau ada yang jual buku LKS ” helaknya kepsek kepada komite.

Namun jelas pihak ketika sudah ada kerjasama dengan pihak sekolah dasar negeri 10 cileungsi ironisnya buku LKS tersebut dijual depan sekolahan dan jaraknya pun tak jauh hanya 10 meter dari sekolahan SdN10 Cileungsi dalam komlek Prum PTSC, tandasnya.

Lutfi Sham selaku Kapala dinas Pendidikan Bogor menegaskas kalau sampai ada yang berani jual beli buku LKS apapun alasannya itu tidak benar dan tidak ada diperbolehkan jual buku lembar kerja sekolah sebab harus dari guru disediakan atau dibuat oleh guru serta dirapatkan wali murit dan kami akan berikan surat teguran bahkan sangsi nya pun berat kami akan tindak lanjuti kalau ada sekolahan yang nakal apa lagi menyangkut jual beli buku LKS itu sudah masuk Pungutan Liar, ungkapnya.

Lanjutnya via Whatsapp kepada media onlin Jurnalpatroli News” sebab pendidikan sudah jelas dan telah diatur oleh pemerintahan baik angaran dana bossnya, tegasnya.   (herwan)

LEAVE A REPLY