Singapura Bantah Tersangka Korupsi Kondensat Berada di Wilayahnya

217339705JurnalPatroliNews JAKARTA – Kementerian Luar Negeri Singapura mengeluarkan pernyataan yang menyebut tersangka korupsi Honggo Wendratno yang tengah dicari Kepolisian RI tidak berada di Singapura.

Pernyataan tersebut disampaikan pihak kementerian luar negeri melalui Kedutaan Besar Singapura di Indonesia, Sabtu (13/1/2018).

“Honggo Wendratno tidak di Singapura. Hal ini telah disampaikan kepada otoritas Indonesia pada kesempatan sebelumnya.”

Bareskrim Mabes Polri telah menetapkan Honggo sebagai buron sejak 2016 lalu. Honggo adalah mantan Direktur Utama Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI).

Dia salah satu tersangka dalam kasus dugaan korupsi jual beli kondensat yang melibatkan PT TPPI dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) pada 2009 silam, yang merugikan keuangan negara hingga US$2,716 miliar atau sekitar Rp38 triliun.

Sebelumnya Bareskrim Polri telah mengajukan permohonan penerbitan red notice untuk memburu satu tersangka kasus dugaan korupsi Kondensat, Honggo Wendratno.

Red notice adalah permintaan penangkapan terhadap seseorang yang ditetapkan sebagai buronan atas suatu tindak kejahatan.

Diduga Presdir PT Trans Pasific Petrochemical Indotama (TPPI) iu sedang berada di Singapura.

“Satu lagi Honggo masih dalam pencarian. Ini sedang kita upayakan sudah kirim red notice-nya nanti dalam waktu tertentu,” ujar Kabareskrim Komjem Pol Ari Dono Sukmanto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (11/1/2018).

Sejak Mei 2015, penyidik sudah menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus kondensat ini. Mereka adalah Raden Priyono, Djoko Harsono, dan Honggo Wendratno. (dai)

LEAVE A REPLY