Forum Menhan ASEAN – Australia Bahas Proyeksi Tantangan Keamanan dan Pertahanan

tmp_6624-010218-Menhan-di-Aussi-444916502Jurnalpatrolinews – Perth, Australia – Menteri Pertahanan RI dan Menteri Pertahanan dari enam negara anggota ASEAN yang tergabung dalam Forum Our Eyes,bertemu dalam Forum Regional Menteri Pertahanan, di Perth Australia, Jumat (2/2). Forum regional “The Perth meeting Sub Regional Defence Ministers’ Meeting” yang melibatkan Indonesia, Malaysia, Philipina, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand dan Australia sebagai tuan rumah ini membahas proyeksi tantangan keamanan dan pertahanan di masa mendatang.

Dalam pertemuan tersebut Menhan RI mengulang kembali komitmen delegasi enam negara yang telah menyetujui untuk dibentuknya “Our Eyes” pada pertemuan ADMM ke-11 yang berlangsung bulan Oktober 2017 lalu di Clark, Pampanga, Filipina. Walaupun saat ini baru melibatkan enam dari sepuluh negara ASEAN, namun diharapkan, di masa depan, forum “Our Eyes” akan berkembang keanggotaannya secara lebih luas.

tmp_6624-010218-Menhan-Meeting-di-Aussi-134030773Untuk itu kedepannya, kerjasama antara keenam negara ini akan diperluas dengan mengajak empat negara anggota ASEAN lainnya yaitu Laos, Kamboja, Myanmar dan Vietnam untuk turut bergabung dalam mekanisme pertukaran informasi strategis ini. Konsep ini adalah murni kerjasama untuk mengatasi ancaman terorisme dan radikalisme di kawasan tanpa adanya agenda politik didalamnya.

Menhan RI menyampaikan dalam kaitannya dengan forum Our Eyes yang baru diresmikan pada tanggal 25 Januari 2018 lalu di Bali, bahwa dalam waktu dekat akan dibentuk working . Working group ini terdiri dari empat atau lima orang dari masing-masing negara untuk bertemu secara periodik dan melangsungkan pertukaran informasi strategis terkait terorisme dan radikalisme.

Apabila suatu saat, diperoleh hasil assessment yang sangat mengkhawatirkan, working group dapat melapor kepada Menteri Pertahanan masing-masing terkait situasi yang berkembang. Dari informasi strategis yang didapat, para Menhan dapat membuat kebijaksanaan dan saran yang lebih tepat kepada kepala negara, terkait upaya pemberantasan terorisme dan radikalisme.

Dalam kesempatan tersebut, Menhan RI menyampaikan agenda pembahasan mengenai “Sharing information on the regional terrorism threat.” Dikatakan Menhan RI guna mengatasi potensi ancaman terorisme dan semakin menyebarnya radikalisme, Indonesia telah terlebih dahulu melaksanakan kegiatan kerja sama yang konkrit.

Antara lain kerja sama trilateral di Laut Sulu dengan kegiatan patroli terkoordinasi di laut dan udara, serta ke depan akan dilanjutkan dengan patroli terkordinasi di darat. Semuanya ditujukan untuk membendung dan mengeliminir pengaruh dan infiltrasi DAESH dan segala bentuk aksi terorisme dan radikalisme yang berusaha masuk ke kawasan Asia Tenggara.

Lebih lanjut Menhan RI mengatakan, selain perkembangan ISIS di kawasan Laut Sulu dan Filipina Selatan yang terus menghantui wilayah kawasan, kita juga perlu menaruh perhatian khusus atas krisis Rohingnya di Rakhine State Myanmar. Diperlukan langkah konkrit dan penanganan bersama di kawasan yang tepat sasaran. Karena bila tidak ditangani dengan baik dan benar, para pengungsi yang rapuh ini, dapat direkrut oleh kelompok ISIS untuk memperkuat jaringannya.

Untuk menyikapi perkembangan keamanan di kawasan khususnya dalam menghadapi tantangan keamanan, Menhan mengajak negara-negara sahabat untuk selalu mengetengahkan persamaan dan menyingkirkan perbedaan dalam upaya menemukan arah yang benar bagi pengelolaan keamanan regional, untuk kepentingan bersama.

LEAVE A REPLY