Pj.Dirut PT. JPPI Kembali di Periksa KPK Terkait Kasus Pelindo II, Sebagai Saksi RJL

Haryadi Budi Kuncoro
Haryadi Budi Kuncoro

JurnalPatroliNews-Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk yang ke sekian kalinya panggil Haryadi Budi Kuncoro untuk diperiksa sebagai saksi atas tersangka Richard Joost Lino (RJL) terkait tindak pidana korupsi pengadaan Quay Container Crane (QCC) di Pelindo II. Haryadi yang merupakan Adik Mantan Pimpinan KPK Bambang Widjayanto adalah Senior peralatan manager PT Pelindo II dan Pj Direktur Utama PT Jasa Pelabuhan Indonesia (JPPI).

“Benar hari ini penyidik memanggil Haryadi Budi Kuncoro untuk dimintai keterangannya sebagai saksi untuk tersangka RJL, kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (8/2).

Ini merupakan pemeriksaan Haryadi keempat kalinya di KPK untuk kasus yang sama. Pada kasus ini, RJ Lino ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menyalahgunakan wewenangnya sebagai Dirut Pelindo II. RJ Lino menyalahgunakan jabatannya untuk memperkaya diri sendiri, orang lain dan korporasi.

KPK menetapkan Dirut PT Pelindo RJ Lino sebagai tersangka pada Jumat 18 Desember 2015. Penetapan Lino sebagai tersangka merupakan hasil dari pengembangan dari laporan masyarakat kemudian naik ke penyelidikan dan dilakukan pendalaman.

RJ Lino diketahui memerintahkan penunjukan langsung pada perusahaan asal Tiongkok yakni Wuxi Huangdong Heavy Machinery sebagai pelaksana proyek pengadaan tiga unit QCC.

Ia diduga memperkaya diri ataupun korporasi dengan menunjuk secara langsung perusahaan asal Hongkong dalam pengadaan QCC. Atas perbuatannya Lino disangkakan Pasal 2 (1) dan atau Pasal 3 Nomor 31 Tahun 1999 Juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP.(**/Luk)

LEAVE A REPLY