Kwarcab Pramuka Asahan Tilep Dana Hibah 1,4 Miliar. Kasi Penkum, Amir Ditetapkan Jadi Tersangka

Ketua Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab)  Asahan, Amir Hakim
Ketua Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Asahan, Amir Hakim

JurnalPatroliNews-Sumatra Utara – Ketua Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab)  Asahan, Amir Hakim, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi. Dia disangka telah mengorupsi dana hibah pada 2015 dan 2016 senilai Rp 1,4 miliar.

“Yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka sejak 5 Februari 2018,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumatera Utara, Sumanggar Siagian, Jumat (9/2).

Kasus ini terkait penggunaan dana hibah yang diterima Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Asahan dari APBD Perubahan Kabupaten Batu Bara pada 2015 dan 2016. Pada 2015, mereka mendapatkan dana hibah Rp 1 miliar, sedangkan pada 2016 sebesar Rp 400 juta.

Amir Hakim tidak dapat mempertanggungjawabkan hibah itu. “Penyidik menilai dana dipergunakan untuk kepentingan pribadi tersangka,” Sebut Sumanggar.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Asahan Boby Sirait menambahkan, kasus ini sudah diselidiki sepanjang 2017. “Dana hibah itu diperoleh dari hasil penjualan aset milik negara. Seharusnya semua aset negara tidak dapat diperjualbelikan siapa pun, sehingga negara mengalami kerugian sebesar Rp 1 miliar, ditambah hibah 2016 sebesar Rp 400 juta,” ucap Boby.

Penetapan tersangka terhadap Amir Hakim ditandai dengan terbitnya surat nomor PRINT-01/N.2.23/Fd.1/02/2018 tertanggal 05 Februari 2018. Sebelumnya juga diterbitkan sprindik kasus itu.

Surat penetapan tersangka dan surat panggilan telah dikirim kepada Amir Hakim.

“Kita akan periksa dia sebagai tersangka dalam waktu dekat,” jelas Bobi.(**/Luk)

LEAVE A REPLY