Prabowo, Kehilangan Ajudan Terbaik, Esok Akan Kunjungi Ibu Fernando. Wakapolri, Oknum Brimob Membela Diri

praJurnalPatroliNews-Jakarta, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyinggung kematian ajudannya yang juga kader Partai Gerindra, Fernando Alan Joshua Wowor. Prabowo mengaku kehilangan salah satu ajudan terbaiknya itu lantaran tewas tertembak beberapa waktu lalu.

“Saya sendiri kehilangan salah satu ajudan saya yang terbaik. Anak orang yang tidak berada, tulang punggung keluarganya. Ditembak tidak jelas,” kata Prabowo di HUT ke-10 Gerindra, di Kantor DPP Gerindra, Jakarta, Sabtu (10/2).

Fernando tewas ditembak usai cekcok dengan anggota Brimob Briptu Achmad Ridho, di depan tempat hiburan malam di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (20/1) dini hari. Sampai saat ini, kasus tersebut masih diselidiki kepolisian.

Prabowo berencana mengunjungi ibu Fernando esok hari di Minahasa, Sulawesi Utara. Kedatangan Prabowo untuk menjenguk ibu Fernando itu sebagai bentuk penghormatan kepada salah satu ajudan terbaiknya itu.

“Besok saya akan ketemu ibunya. Berangkat ke Minahasa, karena dia anak buah saya,” kata Prabowo.

Mantan Danjen Kopassus itu ikut merasakan apa yang dirasakan pihak yang mendapat perlakuan sama seperti Fernando. Dia mengingkatkan kepada kader Gerindra untuk tetap kuat, tegar dengan niat yang baik.

“Saya merasakan mungkin apa yang dirasakan oleh orang-orang yang sekarang mengalami kejadian-kejadian seperti itu,” kata dia.

Oleh karena itu, Prabowo mengingatkan pemerintah untuk melaksanakan tugas utamanya sebagaimana dalam konstitusi. Tugas utama negara adalah melindungi seluruh rakyatnya dan segenap tumpah darahnya.

“Siapapun yang memerintah bangsa ini harus bisa melindungi rakyatnya. Ini imbauan kita dan saya mengajak Partai Gerindra untuk selalu tegar, selalu berani, selalu menjaga kebaikan, kekompakan,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakapolri Komjen Syafruddin mengatakan oknum Brimob Briptu Achmad Ridho menembak kader Gerindra Fernando Alan Joshua Wowor sebagai upaya membela diri. Menurutnya, Ridho saat itu dalam kondisi dikeroyok.

“Dia dikeroyok kan, (artinya) ya membela diri,” kata Syafruddin di PTIK, Jakarta, Rabu (24/1).(**/luk)

LEAVE A REPLY