Bank Perdagangan Korut Terkena Sanksi, Imbasnya Nunggak Membayar Iuran Rutin PBB 2018

 

A currency dealer works in front of electronic boards showing the Korea Composite Stock Price Index (KOSPI) and the exchange rate between the South Korean won and the U.S. dollar at a bank in SeoulJurnalPatroliNews-Jakarta – Duta Besar Korea Utara untuk Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) New York mengatakan negaranya tidak dapat membayar iuran untuk anggaran PBB 2018 lantaran bank perdagangan mata uang asingnya terkena sanksi internasional.

Dubes Korut untuk PBB, Ja Song Nam menemui Kepala Manajemen PBB Jan Beagle meminta bantuan untuk mengamankan saluran transaksi bank agar Pyongyang bisa membayar iuran sebesar US$184 ribu (sekitar Rp 2,5 miliar) yang belum dibayar untuk 2018.

Negara-negara anggota PBB wajib membayar iuran untuk anggaran rutin PBB, pemeliharaan perdamaian serta pengadilan internasional.

Amerika Serikat dan PBB menjatuhkan sanksi bagi Bank Dagang Asing Korea Utara, bank utama untuk penukaran mata uang asing negara itu. Akibatnya, Korut tidak dapat

“Menjalankan kewajibannya sebagai negara anggota PBB bahkan menghambat kegiatan-kegiatan normal seperti pembayaran iuran untuk PBB,” kata perwakilan tetap Korea Utara di PBB dalam sebuah pernyataan, Jumat (9/2).

“(Keadaan) ini juga menunjukkan betapa kejam dan tidak beradabnya sanksi?-sanksi tersebut,” bunyi pernyataan seperti dilansir Reuters.

Lebih lanjut pernyataan itu menyebutkan bahwa jika Korea Utara sampai tidak bisa melakukan pembayaran, Amerika Serikat “dan para pengikutnya” sangat jelas merupakan pihak-pihak yang harus disalahkan.

Amerika Serikat mengeluarkan sanksi terhadap Bank Dagang Asing Korut pada 2013 sementara Dewan Keamanan PBB memasukkan bank itu ke dalam daftar hitam pada Agustus lalu.

Kelima belas anggota Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat menambah sanksi bagi Korea Utara sejak 2006 dalam upaya menghentikan ambisi program nuklir dan peluru kendali balistik Pyongyang. Terutama dengan menghentikan pendanaan atas program tersebut.

Wakil Presiden AS Mike Pence pada Rabu mengatakan Washington akan segera mengumumkan sanksi-sanksi ekonomi baru bagi Korea Utara.(**/luk)

LEAVE A REPLY