Investor Australia Bangun Marina Pertama di Indonesia Memakan Dana Rp 1 Triliun

Terminal-Kapal-Pesiar-di-Singapura-640x399JurnalPatroliNews LOMBOK – PT Marina Del Ray yang sahamnya dimiliki investor Australia memulai pembangunan marina di perairan Gili Gede, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat sehingga pelabuhan kapal pesiar pertama di Indonesia. Pembangunan ini diperkirakan menelan dana hingga Rp 1 triliun.

“Kami sudah membangun dimulai dengan pemasangan ‘jetty’ apung sepanjang 80 meter dan akan dilanjutkan dengan pemasangan ponton sepanjang 150 meter,” kata General Manager Marina Del Ray, Puri Yusuf di Lombok Barat, Minggu (11/2).

Ia mengatakan perairan Gili Gede dijadikan sebagai lokasi pembangunan karena letaknya yang strategis, yakni berupa teluk dengan perairan yang relatif tenang sehingga cocok untuk membangun marina atau tempat parkir kapal pesiar ukuran kecil seperti yacht.

Perairan Gili Gede, yang masuk dalam wilayah administratif Desa Gili Gede Indah juga sudah beberapa kali dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai negara yang datang menggunakan yacht (kapal layar wisaya).

“Pak Raymond memang sudah sejak lama mempromosikan Gili Gede sebagai salah satu pelintasan yacht dari berbagai negara, makanya kami berminat berinvestasi membangun marina,” ujarnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut , Puri menyatakan bahwa pihaknya sedang mengurus semya perizinan yang di mulai dari izin Desa , Kecamatan , Pemerintah Kabupaten Lombok Barat , Pemerintahan Provinsi NTB hingga pengurusan izin kepada Kementerian Perhubungan.

Dimana pembangunan tersebut harus memenuhi syarat yang telah di tetapkan oleh pihak Pemerintahan Republik Indonesia melalui Peraturan Menteri Perhubungan Tahun 2017 tentang Terminal Khusus dan Terminal untuk Kepentingan Sendiri.

Di dalam regulasi tersebut, kata Puri, ada sembilan hal yang harus dipenuhi untuk bisa membangun marina kapal pesiar khusus, tiga di antaranya adalah upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan hidup (UKL-UPL), navigasi survei, dan izin lokasi.

“UKL-UPL sudah kami penuhi, navigasi survei juga sudah kami lakukan dengan melibatkan Navigasi Benoa Bali. Begitu juga dengan izin lokasi. Pokoknya semua persyaratan sudah kami penuhi,” ujarnya.

Menurut Puri, keberadaan marina tersebut nantinya bisa memberikan keuntungan bagi penduduk lokal karena bisa menjadi tenaga kerja atau menyediakan jasa wisata lain yang dibutuhkan oleh wisatawan kapal pesiar.

Demikian juga bagi Pemerintah Indonesia, akan mendapatkan keuntungan dari biaya-biaya yang harus dibayarkan oleh wisatawan yang datang menggunakan kapal pesiar.

“Pemasukan dari wisatawan yang datang menggunakan kapal yacht lebih besar dibandingkan yang melalui bandara. Itu makanya, PT Marina Del Ray mendapat dukungan dari Presiden Joko Widodo, untuk berinvestasi membangun 10 maria di Indonesia,” ucap Puri. (dai)

LEAVE A REPLY