Oknum Pekerja Kontraktor Pertamina BBS-04 Aniaya Wartawan

image1JurnalPatroliNews KARAWANG – Oknum pekerja kontraktor BBS-04 Pertamina dengan Kepala desa Tegalsawah, Kecamatan Karawang Timur, Karawang Suhending terlibat perseteruan. Perseteruan dipicu terkait adanya pembongkaran tugu Gapura Pembatas Antara desa Tegalsawah dan Kelurahan Palumbonsari, Kecamatn Karawang Timur Kab. Karawang Jabar,

Pembongkaran tugu Gapura Perbatasan dilakukan pada Kamis, (8/2) oleh pekerja pengusaha bengkel las atas order perwakilan kontraktor pertamina. Sayangnya, dalam pembongkaran tugu tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan pihak pemerintahan Desa Tegalsawah. Hal itu membuat Suhending selaku Kades Tegalsawah merasa tersinggung oleh Kontraktor Pertamina BBS-04.

Di lokasi yang tak jauh dari tugu gapura perbatasan kepada Jurnal Patroli News mengatakan, “ Saya tidak mendapat laporan dari pihak kontraktor pertamina ataupun pekerjanya terkait pembongkaran tugu tersebut,”kata Suhending.

Dari kejadian tersebut tidak disangka akan berbuntut panjang. Lagi-lagi di lokasi pembongkaran tugu Gapura Perbatasan, Ropendi yang biasa dipanggil Dogong dan berprofesi sebagai Jurnalis di salah satu Surat Kabar Umum (SKU) terbitan Propinsi Banten yang tengah melaksanakan tugasnya sebagai Wartawan ia mendapat perlakuan tindakan penganiyaan yang dilakukan oleh oknum pekerja kontraktor Pertamina BBS-04 yang bergaya preman.

Akibat tindakan oknum pekerja tersebut, Dogong menderita luka memar dibagian kepala, muka dan dada terkena hantaman kunci roda, sehinga ia harus terpaksa dilarikan ke RSUD Karawang guna mendapat pertolongan medis dan dilakukan visum sebagai laporan ke pihak berwajib guna pengusutan lebih lanjut. Kejadian penganiayaan kepada wartawan tersebut bertepatan dalam Peringatan Hari Pers Nasional Tahun 2018 ke-32.

Ditempat terpisah, salah seorang warga Dusun Taneuh Beureum, Desa Tegalsawah, Warsa yang juga sebagai seorang Pengusaha Bengkel Las menerima order pekerjaan bongkar pasang tugu gapura perbatasan saat diminta keterangan oleh Jurnal Patroli News menjelaskan, ia mengaku mengaku mendapat order pekerjaan bongkar pasang tugu “Gapura Perbatasan” tersebut dari pihak Perwakilan Kontraktor Pertamina BBS-01 melalui telepon seluler.

Warsa mengaku mau melaksanakan pekerjaan bongkar pasang tugu gapura, karena menurut pihak perwakilan kontraktor BBS-01 tersebut, dirinya telah minta ijin ke pihak Pemerintah Desa. Maka Warsa dan peekrjanya tanpa ada keraguan mau menuruti permintaan dari pihak perwakilan kontraktor BBS-1 untuk melaksanakan bongkar pasang pekerjaaan tugu gapura, “ Kalau terjadi seperti ini ( Ada keributan-red) saya tidak akan mau mengerjakan” jelasnya.

Ditempat terpisah, Suhending ketika di konfrimasi Jurnal Patroli News di ruang kerjanya Jum’at (9/2 2018) mengatakan, hingga saat ini dari pihak kontraktor BBS-01 atau perwakilan dari BBS-04 belum ada yang datang ke kantor desa untuk memberi tahukan soal bongkar pasang tugu perbatasan tersebut.

Namun, ketika disinggung adanya kejadian tindakan kekerasan yang dilakukan pihak oknum pekerja kontraktor Pertamina BBS-04 yang menimpa seorang Jurnalis yang tengah meliput di lokasi tugu gapura perbatasan bernama Dogong, Suhending menjelaskan, “ Saya tidak mengetahui secara pasti soal kejadian yang dialami salah seorang wartawan tersebut,” katanya.

Sebagai kades, pihaknya wajib menyelamatakan asset desa, hal itu berdasarkan prosedur. Di lain sisi pihaknya juga menyayangkan atas insiden kekerasan terhadap wartawan yang dilakukan pihak oknum pekerja kontraktor pertamina BBS-04, ” Tindakan kekerasan kepada siapapun tidak boleh terulang kembali dan tidak dibenarkan di mata hukum,” pungkas Suhending. (Am/Wan)

LEAVE A REPLY