Polisi: Pelaku Penyerangan Gereja Lidwina Seorang Mahasiswa

683501_720JurnalPatroliNews SLEMAN – Penyidik Polda Yogyakarta menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) dalam kasus penyerangan Gereja St Lidwina Bedog, Sleman. Polisi juga memeriksa sejumlah saksi, Minggu (11/2).

Kepala Bidang Humas Polda Yogyakarta, Ajun Komisaris Besar Yulianto mengatakan, pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab penyerangan tersebut karena belum semua saksi diperiksa.

“Sejauh ini sedang melakukan pemeriksaan orang-orang di gereja, rangkaian cerita harus diformulasikan dulu untuk jadi cerita lengkap,” ujar Yulianto, Minggu (11/2).

Menurut Yulianto, walaupun kejadian tersebut terjadi di gereja, aksi itu hanya sebuah kasus penganiayaan.

“Kalau teror kan pake bom. Ini orang bacok jadi termasuk kasus penganiayaan,” kata Yulianto.

Peristiwa penyerangan tersebut terjadi pada Ahad, 11 Februari 2018 saat jemaat St. Lidwina sedang melakukan ibadah Misa. Pria itu memasuki gereja, menyerang dan mengacungkan pedangnya.

Belakangan, pelaku telah diketahui bernama Suliyono, seorang mahasiswa berumur 23 tahun. Ia melukai empat orang jemaat setelah memasuki gereja lalu berjalan ke altar dan melukai Romo Prier yang sedang memimpin Misa.

“Umat sedang menyanyi dalam acara kemuliaan, lalu ada seorang membawa pedang dan melukai beberapa orang sebelum berjalan ke altar,” ujar Heni, saksi dalam kejadian tersebut.

Setidaknya empat orang terluka akibat serangan tersebut, termasuk seorang polisi yang berupaya mengamankan pelaku.

Saat ini, terduga pelaku penyerangan Gereja Lidwina sudah dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara dari sebelumnya dirawat di RS UGM. Seperti diketahui, pelaku terkena luka tembak karena juga menyerang polisi yang berupaya mengamankan.

Yulianto melanjutkan, kepolisian baru menetapkan satu orang yang diduga jadi pelaku atas penyerangan Gereja Lidwina. Namun, pihaknya terus menggali informasi dari saksi mengenai jumlah orang yang menyerang gereja pagi tadi.

“Faktanya yang terungkap satu orang, yang jelas mengamuk satu orang,” jelas Yulianto.

Pelaku yang mengenakan baju hitam dan membawa satu ransel di tangan kanannya terus mengancam jemaat dengan pedang di tangan kirinya. Jemaat mencoba untuk menghentikan aksi Suliyono dengan melempar benda-benda yang ada di gereja. Pelaku berusaha menghindar dari lemparan tersebut dan tetap mengacungkan pedangnya. (dai)

LEAVE A REPLY