Sidang Tahunan IMF di Bali, BI Prediksi Perputaran Uang Mencapai Rp 4 Triliun

731-bali_masih_menjadi_favorit_turis_mancanegaraJurnalPatroliNews DENPASAR – Bank Indonesia (BI) memproyeksi gelaran sidang tahunan Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) dan Bank Dunia yang akan digelar di Nusa Dua, Bali pada Oktober tahun ini akan mendorong perputaran dana mencapai Rp4 triliun.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Causa Iman Karana mengatakan, kebutuhan selama sidang tahunan itu berlangsung, seperti makanan dan minuman menjadi salah satu faktor yang mendorong perputaran uang tersebut.

Selain itu, peserta sidang juga akan membutuhkan jasa transportasi, telekomunikasi, hingga kebutuhan penunjang lainnya selama acara berlangsung. Maklum, acara ini menghadirkan beberapa tokoh dari mancanegara.

“Ini akan menjalankan ekonomi di Bali lebih kencang,” terang Causa, dikutip dari Antara, Minggu (11/2).

Perputaran uang yang besar itu mengingat Sidang tahunan IMF dan Bank Dunia itu dihadiri sekitar 15 ribu delegasi dari 189 negara.

Para undangan merupakan para petinggi bank sentral negara peserta, praktisi keuangan, ekonom, penentu kebijakan ekonomi, praktisi dan delegasi lainnya yang tentunya akan mengeluarkan belanja yang tidak sedikit selama mereka di Bali.

Menjelang pelaksanaan pertemuan ekonomi dunia itu, sejumlah persiapan tengah dilakukan di antaranya pembangunan proyek infrastruktur di antaranya jalur jalam bawah tanah atau “underpass” di simpang Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Pada 2018, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi Pulau Dewata dapat mencapai 6%-6,4% atau lebih tinggi dari realisasi tahun lalu yang sebesar 5,59%.

Pemerintah Indonesia menganggarkan dana Rp868 miliar untuk mengsukseskan pertemuan tahunan itu. Dana tersebut diambil dari APBN 2018. (dai)

LEAVE A REPLY