Surat Anas Dari Balik Jeruji, Bantah Susun Sekenario Fitnah Untuk SBY, Itu Hoax

SBY-VS-ANASJurnalPatroliNews-Jakarta – Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merasa difitnah terlibat dalam pusaran kasus korupsi proyek KTP elektronik. Nama SBY muncul saat Mirwan Amir bersaksi di pengadilan. Mantan anggota Badan Anggaran itu mengaku sempat melaporkan kepada SBY bahwa proyek e-KTP bermasalah. Namun laporan itu tak digubris.

Anas Urbaningrum menitipkan surat pada orang kepercayaannya sejak masih di Partai Demokrat, Tridianto. Surat itu berisi beberapa poin. Intinya bantahan atas kabar yang menyebut ada pertemuan di Sukamiskin untuk merancang isu menyudutkan SBY.

“Iya benar surat Mas Anas,” ujar Tri, Minggu (11/2).

Dari balik jeruji besi, Anas membantah semua tuduhan dan kabar yang beredar mengenai skenario dari Sukamiskin.

¬†“Awalnya saya geli dengar cerita ada tuduhan pertemuan di Sukamiskin untuk merancang fitnah kepada Pak SBY dan Mas Ibas. Tetapi karena menjadi berita¬† luas, dagelan itu perlu diluruskan. Karena bisa menyesatkan,” ujar Anas dalam surat yang ditulis tangan.

Anas menegaskan tidak pernah ada pertemuan di Sukamiskin yang dihadiri oleh dia, Firman Wijaya, Mirwan Amir dan Saan Mustopa. Bahkan dia mengaku sama sekali tidak pernah berpikir untuk membuat pertemuan. Karena itu dia menyebut kabar yang beredar adalah hoax. Menurutnya, mudah untuk melihat apakah kabar itu hoax atau tidak yakni melihat bukti di CCTV atau buku tamu lapas Sukamiskin.

Dia justru balik mempertanyakan kaitan antara penyebaran kabar hoax itu dengan pernyataan yang dilontarkan SBY sesaat sebelum melaporkan Firman ke Bareskrim. “Hoax juga disebarkan hampir bersamaan dengan narasi jihad untuk keadilan. Ada kontradiksi yg nyata di antara keduanya,” ucapnya.

“Citra, kekuasaan, ketenaran dan kekayaan boleh dicapai. Tapi caranya tidak mesti dengan menista orang lain dengan hoax dan tuduhan konspirasi fitnah. Keadilan musti diperjuangkan dengan cara- cara yg sejalan dengan makna keadilan itu sendiri,” tambahnya.(**/luk)

LEAVE A REPLY