Belum Berpayung Hukum, Program Rumah DP 0 Rupiah Berpotensi Merugikan Warga

dthu0mcd348dmfmxkbwbJurnalPatroliNews JAKARTA – Anggota Komisi C DPRD DKI, Dwi Rio Sambodo, menilai, penerapan rumah dengan down payment (DP) atau uang muka Nol Rupiah berpotensi merugikan warga. Alasannya, belum adanya kajian matang yang menyertai program tersebut.

“Seharusnya, Gubernur DKI Jakarta menyiapkan payung hukum berupa Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Gubernur (Pergub) terlebih dahulu. Sebelum memulai pembangunan hunian tersebut,” kata Dwi di DPRD DKI, Jakarta, Senin (12/2).

Aturan hukum yang dibuat, misalnya, menyangkut mekanisme dan prosedur pembangunan. Lalu skema pembayaran, maupun pembiayaannya yang berasal dari APBD DKI Jakarta.

Dwi Rio yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur itu menambahkan, terlebih saat ini, telah ada regulasi terkait kredit properti yang diatur dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 18/16/PBI/2016 tentang Rasio Loan to Value untuk Kredit Properti, Rasio Financing to Value untuk Pembiayaan Properti, dan Uang Muka untuk Kredit atau Pembiayaan Kendaraan Bermotor.

Tidak hanya aturan, Dwi Rio juga menyoroti salah satu persyaratan bagi warga untuk rumah vertikal ini. Di mana hanya warga yang bergaji tidak kurang Rp7 juta perbulan yang dapat memiliki rumah DP 0 rupiah.

“Hal ini menjadikan program tersebut tidak berazas keadilan. Padahal, program tersebut menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk pembayaran uang mukanya,” ujarnya.

Dia mengingatkan upah minimum regional (UMR) untuk DKI Jakarta hanya sebesar Rp3,6 juta per bulan. Rio mengandaikan bunga 7 persen, untuk dapat Rusunami petak seluas 21 meter persegi dengan harga Rp187 juta, seseorang yang bergaji Rp 7 juta harus mencicil 15 tahun dengan angsuran bulanan sekitar Rp 2,1 juta.

Apabila dicicil dengan tenor 10 tahun, maka harus membayar sebulan Rp 2,6 juta. Tetapi kalau Rusunami seharga Rp 320 juta tipe 36 cicilan untuk tenor 15 tahun menjadi Rp3,64 juta.

“Dengan demikian apakah dengan UMR Rp 3,6 juta per bulan, seseorang mampu untuk membeli rusun tersebut, meski DP nol persen? Saya kira mustahil bisa membeli,” tandasnya. (dai)

LEAVE A REPLY