Dinilai Sepihak, Warga Lippo Cikarang Unjuk Rasa di Bundaran Cluster Elysium

IMG-20180212-WA0006.jpg - 2JPNEWS – BEKASI, Ratusan warga Lippo Cikarang dari 13 Cluster berunjuk rasa di bundaran cluster Elysium, warga menuntut pengembang Lippo Cikarang yang dianggap melakukan keputusan sepihak dalam kenaikan tarif Maintenance Fee (MF) dan air bersih yang tidak wajar karena sebelumnya tidak melakukan musyawarah terlebih dahulu dengan warga, Sabtu (10/2).

Dalam aksi damai itu puluhan sepanduk dan kertas karton bertuliskan kekecewaan warga terhadap pengembang Lippo Cikarang dibentangkan. Bahkan sebelumnya sepanduk penolakan juga sudah dipasang setiap cluster dan rumah warga.

Sementara, Wakil Ketua Aksi Paul Sitompul mengatakan, kalau kenaikan MF dan air bersih yang dilakukan pengembang Lippo Cikarang sebesar 40 hingga 60 persen sangat memberatkan warga, apalagi besaran persentasenya tidak sama antar cluster.

“Kenaikan ini sangat tidak wajar, karena tidak dibarengi dengan fasilitas dasar seperti keamanan dan kebersihan, begitu juga dengan fasilitas umum, “ujarnya.

Dikatakannya, alasan Pengembang Lippo Cikarang menaikan MF dan air bersih menurut versi Lippo Cikarang karena terjadi defisit dan Lippo Cikarang juga menganggap sudah lama tidak menaikan tarif, dan tarif yang diberikan Lippo lebih rendah dari perumahan lain.

“Warga sebenarnya tidak menolak secara mentah kenaikan MF dan air bersih, tapi seharusnya tidak semena-mena menaikan tarif. Kami ini juga aset kalian (Lippo Cikarang) dan kami bukan Maikarta, jangan jadikan kami sapi perahan untuk bisnis lain, “terangnya dengan nada tinggi.

Aksi penyampaian aspirasi ini bukan tidak ada dasar dan alasan, aksi ini dilakukannya karena sudah beberapa kali mengajak pihak Lippo untuk duduk bermusyawarah tetapi tidak membuahkan hasil yang bagus.

“Sebenarnya pihak Lippo di bulan Agustus sudah melakukan sosialisasi kenaikan MF dan air bersih, namun sebagian besar beberapa cluster melakukan aksi penolakan dan juga berunding dengan pihak Lippo Cikarang melakukan penangguhan kenaikan, namun di bulan Januari 2018 Lippo Cikarang tiba-tiba menaikkan secara sepihak tanpa ada pembicaraan kembali oleh warga mengenai besarannya, “ungkapnya.

Sementara itu perwakilan warga Cicik mengatakan pihak Lippo harus mereview kembali kenaikan MF dan air bersih dengan melibatkan warga untuk bermusyawarah besarnya kenaikan, dan juga meningkatkan kembali kualitas fasilitas umum untuk warga seperti perbaikan jalan yang berlubang dan rusak di dalam cluster, peningkatan lingkungan cluster yang makin kumuh, penambahan personil keamanan yang makin berkurang sehingga jarang ada patroli keliling warga, dan memperbaiki sistem keamanan dan get masuk cluster.

“Lampu jalan juga banyak yang mati, begitu juga perbaikan kualitas air bersih yang sering keruh berbau dan debit air berkurang, sehingga tidak mencapai lantai dua dan ini yang dikeluhkan warga Lippo juga, “ungkapnya.(nurdin).

LEAVE A REPLY