Lolos Seleksi, KPU Tetapkan Dua Pasang Calon Pilgub Bali

5a8130a7c7b61-kpu-bali-tetapkan-dua-pasangan-calon-senin-12-februari-2018_1200_675JurnalPatroliNews DENPASAR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali menetapkan dua bakal calon gubernur dan wakil gubernur Provinsi Bali sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur.

Mereka yang lulus seleksi adalah pasangan Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-Ketut Sudikerta dan I Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati.

Pasangan Mantra-Kerta mengantongi 28 kursi diusung Partai Golkar (11 kursi), Demokrat (8), Gerindra (7), dan Nasdem (2). Paket ini membidik 60 persen suara dari sembilan kabupaten dan kota di Bali.

Pasangan KBS-Ace mengantongi 27 kursi, diusung PDI-P (24 kursi), Hanura (1), PAN (1), dan PKPI (1). Paket ini membidik 70 persen suara dari seluruh Bali pada pencoblosan 27 Juni mendatang.

“Kami sudah melakukan pleno terbuka dengan agenda menetapkan paslon untuk Bapak Koster-Ace dan Mantra-Kerta. Hari ini, resmi ditetapkan sebagai paslon dalam Pilgub Bali 2018,” kata Ketua KPU Bali I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, Senin (12/2/2018).

Selanjutnya, kedua paslon akan melakukan pengundian nomor urut pada Selasa (13/2) sore. Pengundian nomor urut ini akan dilakukan di Kantor Gubernur Bali, Denpasar, dengan dilakukan langsung oleh masing-masing paslon.

“Tahap menyerahkan berkas dan verifikasi lalu perbaikan dan verifikasi sudah dilakukan. Sehingga hari ini ditetapkan sebagai paslon,” ujar Sandi.

“Besok, pengambilan nomor urut pukul 16.00 WIta di Kantor Gubernur Bali, yang sudah kami bersurat dan diharapkan dilakukan oleh paslon,” sambung Sandi.

Mantra-Kerta dan KBS-Ace terikat seluruh peraturan KPU dalam penyelenggaraan pemilihan umum.

Konsekuensi yang harus dipenuhi masing-masing pasangan calon adalah mengajukan cuti kampanye bagi pasangan Mantra-Kerta. Rai Mantra saat ini masih berstatus sebagai wali kota Denpasar, sedangkan Sudikerta wakil gubernur Bali.

Koster wajib mengundurkan diri dari Senayan mengingat politikus PDI-P ini merupakan anggota DPR aktif. Cok Ace mengundurkan diri dari statusnya sebagai dosen pegawai negeri sipil di Universitas Udayana. Masa kampanye digelar 15 Februari hingga 23 Juni 2018. (dai)

LEAVE A REPLY