Laut China Selatan Bakal di Lintasi Kapal Perang Inggris. Respon China ‘Jangan Mencari-cari Masalah’

Menhan Inggris Gavin Williamson
Menhan Inggris Gavin Williamson

JurnalPatroliNews-Canberra – Sebuah kapal perang Inggris akan berlayar melalui kawasan maritim yang kerap disengketakan, Laut China Selatan pada bulan depan. Demikian disampaikan Menteri Pertahanan Inggris.

Menhan Inggris Gavin Williamson mengatakan bahwa rencana pelayaran Kapal AL Inggris HMS Sutherland itu dilakukan demi menegaskan status kebebasan bernavigasi di kawasan Laut China Selatan. Demikian seperti dikutip dari The Guardian, Rabu (14/2).

“(Dari Australia) kapal itu akan berlayar melalui Laut China Selatan (untuk menuju Inggris) dan menegaskan bahwa Angkatan Laut kami punya hak untuk melakukan itu,” kata Williamson di Australia, saat melakukan kunjungan dua hari ke Sydney dan Canberra.

Tak jelas apakah HMS Sutherland akan melintasi wilayah nautika 12 mil yang menjadi sentral persengkataan antara negara di kawasan Laut China Selatan dan juga menjadi lokasi pangkalan militer Tiongkok di Gugus Terumbu Karang dan Pulau Reklamasi Spratly.

Sebelumnya, wilayah nautika 12 mil itu pernah dilintasi oleh kapal perang Amerika Serikat pada tahun lalu dan menuai kecaman keras dari Tiongkok.

Kendati demikian, Williamson mengatakan, “Kami sangat mendukung langkah yang (pernah) dilakukan AS, dan sangat mendukung atas apa yang telah AS lakukan,” mengindikasikan bahwa HMS Sutherland akan melakukan hal yang sama.

Williamson juga mengatakan bahwa sangat penting bagi koalisi AS, seperti Inggris dan Australia, untuk menekankan ‘kepentingan’-nya di Laut China Selatan yang selama ini dipercaya menjadi lokasi deposit minyak dan gas berlimpah.

“Amerika Serikat meminta negara lain untuk berbuat lebih. Dan ini menjadi kesempatan bagi Inggris dan Australia untuk melakukan lebih, dan mempraktikkan kepemimpinan (di kawasan),” lanjut sang Menhan Inggris.

China merespons rencana tersebut, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China mengatakan, “jangan mencari-cari masalah, karena sebelumnya tak ada masalah.”

Sementara itu, media terafiliasi, Pemerintah Tiongkok, Global TimesĀ  menulis bahwa rencana tersebut ‘hanyalah justifikasi Inggris untuk menunjukkan eksistensi dan mencari-cari perhatian’.

Dalam sebuah kesempatan terpisah, namun tetap dalam rangkaian kunjungannya ke Australia, Menhan Inggris Gavin Williamson mengatakan bahwa China ‘memiliki potensi untuk sejumlah kerja sama, namun juga memiliki ambisi yang membahayakan kepentingan keamanan nasional’.

“Inggris dan Australia memandang China sebagai negara yang penuh dengan kesempatan kerja sama, tapi kami tak ingin dibutakan pada ambisi China. Dan kami tetap harus mempertahankan kepentingan keamanan nasional kami.”

“Kami juga harus menjamin bahwa segala bentuk langkah yang merusak harus diatasi,” lanjutnya.(**/luk)

LEAVE A REPLY