Persiapan Pilkada dan Pemilu, Bawaslu dan PPATK Tanda Tangan MoU Upaya Pencegahan Pencucian Uang

timthumbJurnalPatroliNews JAKARTA – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menjalin kerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dalam rangka mengawasi aliran serta penggunaan dana kampanye saat pilkada dan pemilu.

Bentuk kerja sama tersebut dituangkan dalam memorandum of understanding (MoU) atau nota kesepahaman yang ditandatangani oleh Ketua Bawaslu Abhan dan Kepala PPATK Ki Agus Ahmad Badaruddin di kantor PPATK, Jakarta, Selasa (13/2).

“Hasil MoU Bawaslu dan PPATK akan bekerja sama melakukan analisis rekening yang dicurigai melanggar dari aturan, kira-kira itu tindak lanjutnya,” tutur Abhan.

Ini merupakan salah satu langkah kerja sama Bawaslu dan PPATK dalam upaya pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang (TPPU), dalam penghimpunan, penggunaan, dan/atau pelaporan dana kampanye Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 yang bersih, transparan, dan berintegritas.

Abhan menyampaikan, dalam regulasi sudah diatur mengenai pihak-pihak yang berhak memberikan sumbangan, beserta batasan jumlahnya. Untuk donor perseorangan dibatasi Rp 75 juta, sedang untuk donor badan hukum dibatasi Rp 750 juta.

Kepala PPATK, Ki Agus Ahmad Badaruddin mengatakan nota kesepahaman yang baru ditandatangani merupakan pembaruan dari yang telah ada. Pembaruan dilakukan karena nota yang ada telah habis masa berlakunya.

Jika tidak diperbarui, lanjut Ki Agus, PPATK tidak bisa memberikan informasi transaksi keuangan yang mencurigakan ke Bawaslu atau hanya boleh memberikan kepada aparat penegak hukum.

“PPATK dan Bawaslu menandatangani pembaruan MoU sebelumnya sudah ada, tapi karena batas waktunya sudah lewat jadi perlu dilakukan pembaruan,” Ki Agus.

Selain itu, pilkada dan pemilu memakan anggaran yang sangat besar, sekitar Rp 12,2 triliun untuk pilkada, dan Rp 16,8 triliun untuk pemilu.

“Oleh karena itu, kita segenap elemen bangsa harus ikut berpartisipasi mewujudkan pemilu yang bersih, transparan, adil, jujur, dan akuntabel,” ujar Kiagus. (dai)

LEAVE A REPLY