Terduga Teroris Meninggal, PP Muhammadiyah: Polri Harus Jelaskan Penyebab Kematian

WhatsApp-Image-2017-10-18-at-10.12.14JurnalPatroliNews JAKARTA – Muhammad Jefri alias MJ (31) terduga teroris yang ditangkap tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror di Indramayu, Jawa Barat, pada Rabu (7/2) kemarin, tewas. Namun, tewasnya Jefri sampai saat ini masih menjadi sebuah misteri dan teka-teki. Karena belum ada yang mengetahui penyebab tewasnya MJ pasca ditangkap Densus 88 Antiteror.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan bahwa polisi harus segera menyiarkan kepada publik terkait penyebab tewasnya Jefri pasca ditangkap Densus 88 Antiteror.

“Terlepas apakah Muhammad Jefri terlibat dalam jaringan terorisme atau tidak, saya menganggap Densus 88/Polisi harus terbuka terkait dengan kematian Muhammad Jefri,” tegas Dahnil melalui keterangan tertulis, Jakarta, Rabu (14/2).

Tewasnya MJ mengingatkan pada kasus Siyono. Siyono merupakan terduga teroris yang ditangkap Densus 88 pada Maret 2016 di Klaten.

Saat ada penangkapan, polisi menyebut ada pergulatan dengan petugas sehingga Siyono tewas. Hingga kini, kasus kematian Siyono belum jelas penyelesaiannya, baik secara etik maupun pidana.

PP Pemuda Muhammadiyah merupakan salah satu pihak yang mengadvokasi keluarga untuk menuntut keadilan ataas tewasnya Siyono. Dahnil mewanti-wanti jangan sampai kejadian Siyono terulang pada MJ.

Dahnil menilai, Densus 88 perlu menjelaskan secara terbuka hasil autopsi terhadap Jefri agar kejanggalan-kejanggalan tersebut tidak menjadi fitnah dan tuduhan terhadap kepolisian. Ia juga menilai perlunya dilakukan autopsi yang lebih independen terkait sebab kematian Jefri.

“Apakah bener yang bersangkutan meninggal karena komplikasi penyakit seperti keterangan polisi, atau karena faktor yang lain, dan Densus 88 juga harus bisa menjawab, kenapa keluarga dilarang membuka kafan jenazah MJ pada saat diserahkan kepada keluarga,” ujar dia.

Lebih lanjut, Dahnil juga menyarankan pihak keluarga mencari keadilan secara aktif dan tidak perlu takut menghadapi persoalan ini. Dia juga menyarankan agar pihak keluarga membawa kasus kematian terduga teroris MJ ke Komnas HAM.

“Ini penting, dan polisi tidak boleh tertutup terkait dengan hal ini,” Dahnil memungkasi.

(dai)

LEAVE A REPLY