Bus Listrik MAB Siap Uji Coba Perdana di Bandara Soetta

5a97b377e9bf6-bus-listrik-gagasan-moeldoko_663_382JurnalPatroliNews JAKARTA – Pendiri PT Mobil Anak Bangsa (MAB) Moeldoko menyatakan, uji coba bus listrik prototype kedua alias MD255-XE2 akan dilakukan perdana di Bandara Soekarno Hatta. Moeldoko belum menyampaikan kapan uji coba itu diimplementasikan.

“Direktur Utama PT Angkasa Pura II meminta agar bus dipakai di bandara. Kita akan coba,” kata Moeldoko usai menghadiri penandatanganan kerja sama di Jakarta Convention Center, Jakarta, Sabtu (3/3).

Menurut Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin, hingga kini belum ada informasi kapan bus yang memiliki kapasitas 60 orang penumpang itu akan tiba. PT MAB masih menyelesaikan administrasi izin kelaikan operasi bus itu di Kementerian Perhubungan.

“Sampai saat ini kami masih menunggu kesiapan dari MAB-nya, kalau kami kapan saja siap. Tapi, dari pihak MAB, akan kami tunggu dari menteri perhubungan soal kelaikan dan aturan lainnya,” ujar Awaluddin, Minggu (4/3).

Ia menambahkan, bus listrik MAB dapat dikustomisasi sesuai kebutuhan di bandara untuk mengakomodir pergerakan penumpang atau tamu di bandara, sekaligus untuk menekan tingkat emisi gas buang di kawasan bandara yang cukup tinggi.

“Dengan bus ini kalau bisa sekali angkut saja jauh lebih efektif, jadi tidak banyak pergerakan bolak balik, kebayang kan kalau pindah terminal enggak pakai garbarata itu berapa kali angkut. Di airside itu gas buangnya juga cukup parah ya karena itu sedang kita kurangi dengan bus listrik ini,” jelas Awaluddin.

PT MAB merupakan perusahaan yang memperoduksi bus dengan mesin listrik. Seluruh pengerjaannya diselesaikan oleh Indonesia. Begitu juga seluruh suku cadang berasal dari dalam negeri, kecuali baterai dan motor mesin.

Saat ini, PT MAB telah membuat dua bus listrik bersifat prototype. Prototype pertama diluncurkan pada Maret 2017 dan telah menempuh perjalanan sejauh 3 ribu kilometer. Perbedaan prototype pertama dan kedua hanya dari segi sasis atau kerangka bus.

Prototype pertama berwarna putih dan desain kursi penumpang yang nyaris menyerupai bus transjakarta. Sementara prototype kedua bus listrik berwarna biru dengan desain kursi seperti bus pada umumnya. (dai)

LEAVE A REPLY