Stasiun Antariksa China Diprediksi Hantam Bumi Bulan Ini

5d50e93c-c38c-4403-8fee-ef1615a8fd16JurnalPatroliNews – Badan antariksa Eropa memberikan perkembangan terbaru mengenai nasib Tiangong 1, stasiun luar angkasa milik China.

Akhir Oktober tahun lalu, China telah melapor kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahwa Tiangong 1, stasiun luar angkasa milik mereka dapat memasuki atmosfer pada awal 2018.

Hal tersebut pun semakin mendekati kenyataan setelah Tiangong 1 diperkirakan akan jatuh ke atmosfer Bumi antara 24 Maret hingga 19 April mendatang, sebagaimana disebutkan oleh European Space Agency (ESA).

Meski begitu, mereka belum bisa memastikan pukul berapa Tiangong 1 akan menyentuh permukaan Bumi, sekaligus menekankan bahwa hal tersebut masih prediksi kasar dan sangat mungkin untuk berubah.

“Masuknya kembali Tiangong 1 akan mengarah ke daerah yang berada di antara 43 derajat sebelah utara dan 43 derajat sebelah selatan,” tulis ESA dalam sebuah blog resmi miliknya.

Pihaknya menambahkan, negara-negara yang dapat menjadi letak jatuhnya stasiun luar angkasa seberat 8,5 ton tersebut antara lain Spanyol, Prancis, Portugal, dan Yunani.

Mereka juga memperkirakan bahwa daerah di luar kawasan tersebut kemungkinan tidak akan mengalami dampak dari jatuhnya Tiangong 1.

Masih dalam tulisan blog yang sama, ESA menyebutkan mereka tidak lama lagi akan memberikan kepastian mengenai waktu dan lokasi jatuhnya stasiun luar angkasa tersebut.

Tiangong 1 yang merupakan stasiun luar angkasa pertama China diluncurkan pada September 2011 dan telah menjalankan tiga misi selama di luar angkasa, termasuk salah satunya yang melibatkan Liu Yang serta Wang Yaping sebagai astronot perempuan pertama China.

Negeri Tirai Bambu sendiri tengah mempersiapkan stasiun luar angkasa yang paling tidak serupa dengan Tiangong 1 dan dapat diluncurkan pada tahun 2020-an mendatang.

SUMBER: DETIK

LEAVE A REPLY