Penyelam Inggris Dokumentasikan Sampah Plastik di Laut Bali

rich-horner_20180307_173909JurnalPatroliNews BALI – Seorang penyelam asal Inggris merekam berbagai sampah berserakan di laut saat menyelam di lepas pantai resor wisata Bali. Penyelam bernama Rich Horner ini mempublikasikan rekaman video sampah plastik di akun media sosial dan YouTube.

“Kantong plastik, botol plastik, cangkir plastik, lembaran plastik, ember plastik, saset plastik, sedotan plastik, keranjang plastik, kantong plastik, kantong plastik lagi, plastik, plastik,” kata Horner, seperti dilansir media Guardian, Senin, 5 Maret 2018. “Banyak banget plastik.”

Bukannya bikin bangga, penampakan bawah laut Manta Point, Nusa Penida, Bali ini malah memilukan kita sebagai warga Indonesia, dengan banyaknya pencemaran sampah plastik.

Masalah plastik yang mencemari laut di Indonesia bisa dibilang cukup memprihatinkan. Untuk menunjukan tingkat pencemaran plastik di bawah laut, Horner menyelam sambil merekam pemandangan laut di Nusa Penida.

Rich Horner merekam dirinya sendiri yang tengah menyelam di dalam laut.

Dalam video yang berdurasi 2 menit 34 detik tersebut Horner mencoba memperlihatkan sisi lain laut Bali yang menjadi destinasi wisata favorit para turis.

Beberapa media internasional sudah memberitakan postingan Rich Horner. The Guardian misalnya, menulis dengan judul ‘Plastic, plastic, plastic’: British diver films sea of rubbish off Bali.

“Indonesia memproduksi sekitar 130.000 ton sampah plastik dan padat setiap hari, menurut Rivers, Oceans, Lakes and Ecology (ROLE) Foundation yang berbasis di Bali. Dengan perencanaan pemerintah yang buruk dan tingkat kesadaran yang rendah tentang limbah dan daur ulang, Indonesia sekarang merupakan pencemar plastik terbesar kedua di dunia setelah China,” tulis The Guardian.

Media asal Inggris, Metro juga tak ketinggalan. Mereka menulis pengalaman Rich Horner, sekaligus mengkritik tentang kebersihan alam di Bali yang notabenya adalah destinasi wisata dunia.

“Bali adalah tujuan wisata yang populer, namun sedang berjuang mengatasi masalah sampah,” tulis Metro. (dai)

LEAVE A REPLY