Indonesia Termasuk Dalam Daftar Kebocoran Data Facebook Urutan ke 3

skandal-facebook_20180322_221741JurnalPatroliNews JAKARTA – Skandal penyalahgunaan data yang dilakukan Facebook masih menjadi bahan perbincangan. Sebab, sebanyak puluhan juta data penggunanya disalahgunakan dalam kasus Cambridge Analytica (CA).

Kejadian yang terjadi oleh media sosial terbesar sejagad ini, menorehkan pertanyaan mengenai keamanan data penggunanya.

Belakangan baru ketahuan, ternyata data yang disalahgunakan itu terjadi di hampir seluruh pengguna Facebook di dunia. Berdasarkan siaran pers Facebook, Rabu (4/4), mereka mengakui bahwa terdapat 87 juta data yang dimungkinkan disalahgunakan oleh CA.

Tidak hanya data pengguna Facebook di Amerika Serikat saja yang disalahgunakan, melainkan juga data pengguna Facebook dari negara lainnya, termasuk Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh Chief Technology Officer Facebook, Mike Schroepfer lewat blog resmi Facebook.

“Totalnya, kami yakin informasi dari 87 juta orang di Facebook, sebagian besar di AS, telah dibagikan secara tidak layak dengan Cambridge Analytica,” tulis Mike Schroepfer dari blog resmi Facebook, Kamis (5/4).

Fakta mengejutkan menunjukan ada sekitar 1.096.000 atau 1,3 persen data informasi pengguna akun Facebook di Indonesia yang juga bocor. Jumlah tersebut menduduki peringkat ketiga dari seluruh kebocoran informasi Facebook.

Indonesia berada satu peringkat di bawah Filipina yang dilaporkan mengalami kebocoran data sebanyak 1.175.870 akun atau 1,4 persen.

Maka itu, untuk lebih mengamankan data penggunanya, pihak Facebook akan melakukan perubahan-perubahan di beberapa bulan mendatang.

Untuk saat ini, pihaknya telah melakukan beberapa perubahan, terutama dari sisi Application Programming Interface (API), di antaranya untuk layanan Event, Group, Pages, Facebook Login, Instagram, Search and Account Recovery, Panggilan telepon dan pengiriman pesan, Data provider and partner categories, serta pengaturan aplikasi.

“Kami tahu memiliki lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Kami akan terus memberitahukan Anda saat kami melakukan lebih banyak perubahan,” tulis Mike Schroepfer.

Facebook juga membuat perubahan besar dalam hal aksi ke aplikasinya. Teman di Facebook takkan lagi dengan mudah melihat foto, event, groups, bahkan memberi likes.

Pembaharuan lain adalah fasilitas riwayat telepon dan pesan teks yang selama ini menjadi fitur opsional bagi pengguna yang memakai Facebook Lite di ponsel Android. Facebook takkan lagi menyimpan data riwayat percakapan ini dan akan menghapus seluruh data yang telah lebih dari setahun.

Yang terbaru dan akan diterapkan pada 9 April 2018 adalah Facebook akan menampilkan link di bagian atas News Feed untuk membantu pengguna melihat aplikasi yang digunakan. Termasuk informasi yang telah dibagikan pada aplikasi-aplikasi tersebut.

Dengan fasilitas ini pengguna bisa menghapus aplikasi yang tak lagi mereka inginkan dengan segera. (dai)

LEAVE A REPLY