Misteri Tewasnya Jumingan, Fahrizal Mengaku Dapat Suara Bisikan Saat Menembak Adik Iparnya. Polisi, Tim Masih Kerja Ungkap Motif Sebenarnya

pistolJurnalPatroliNews – Medan – Kasus penembakan oleh Wakapolres Lombok Tengah yang menewaskan Jumingan (33), adik iparnya masih misteri. Dua hari setelah tahlilan, masyarakat di Jl Tirtosari Gang Keluarga, Kecamatan Medan Tembung, juga belum mendapatkan fakta kejadian tersebut.

“Keluarga Fahrizal sepertinya belum bersedia untuk menceritakan latar belakang dari kejadian tersebut. Warga tidak berani menanyakan latar belakang kasus itu,” ujar Adi, seorang warga Tirtosari, Medan, Sumatera Utara, Sabtu (7/4).

Pria berusia 36 tahun yang mengenal Fahrizal dan Jumingan ini menyampaikan, warga enggan menanyakan permasalahan itu karena orangtua Fahrizal maupun adiknya masih trauma. Keluarga ini terlihat seperti terpukul, apalagi kejadian penembakan itu terjadi di hadapannya.

Sebelumnya, Teguh Muliono (56), paman Fahrizal menyampaikan, tidak ada masalah antara keponakannya itu dengan Jumingan. Hubungan keduanya dinilai harmonis, begitu juga dengan orangtua Fahrizal, Elly (60). Keluarga ini dinilai harmonis dan ramah terhadap warga sekitar.

“Saya juga sangat terkejut, apalagi selama ini hubungan Fahrizal dan Jumingan, baik – baik saja. Tidak pernah ada terdengar keributan dan persoalan di tengah keluarga, apalagi sesuai informasi media, Fahrizal sempat menodongkan senjata ke ibunya,” katanya.

Teguh sendiri mengaku tidak mengetahui motif sebenarnya atas kejadian penembakan tersebut. Apalagi, Fahrizal yang datang bersama istri dari Lombok, menemui orangtuanya karena baru sembuh dari sakit.

“Saat lebaran tahun kemarin, Fahrizal yang sudah bertugas di Nusa Tenggara Barat, datang membawa keluarga menemui ibunya. Bahkan, Jumingan pun ada di rumah itu. Hubungan terlihat sangat baik, dan tidak ada terdengar keributan,” sebutnya.

Sementara itu, berdasarkan laporan dari Polda Sumut, Kompol Fahrizal sudah mulai kooperatif saat menjalani pemeriksaan atas kasus penembakan yang menjeratnya tersebut.

Menurut Kabid Humas Polda Sumut, Fahrizal mengaku mendapatkan suara bisikan saat menembak adik iparnya. Namun, pengakuan mantan Kasat Reskrim Polrestabes Medan ini tidak dapat dijadikan fakta dari penanganan perkara itu.

“Tim masih bekerja untuk mengungkap motif sebenarnya atas kejadian penembakan tersebut. Petugas juga diturunkan ke lokasi kejadian untuk mengorek informasi. Kalau olah tempat kejadian perkara (TKP) sudah dilakukan,” sebutnya.

(**/Lukman)

LEAVE A REPLY