[SPEAKER] Najwa Shihab, Presenter Cerdas Berprestasi Kebanggaan Indonesia

Cantik dan berprestasi, itulah sosok Najwa Shihab ©KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya
Cantik dan berprestasi, itulah sosok Najwa Shihab ©KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

JurnalPatrolinews – Showbizz – Najwa Shihab, atau yang akrab disapa dengan nama Nana, adalah satu dari sekian banyak presenter berprestasi di Indonesia. Mengawali karirnya dari RCTI dan kemudian berpindah ke Metro TV, Najwa adalah satu di antara presenter yang dikenal cerdas dan memiliki ulasan tajam di negeri ini.

Tidak hanya dikenal sebagai presenter berita biasa, putri Quraish Shihab ini juga tenar karena acara yang ia bawakan, Mata Najwa. Dalam acara tersebut, Nana mengulas berbagai isu yang berkembang di Indonesia dengan sudut pandang yang berbeda, tajam dan tak jarang memukul telak para bintang tamu yang hadir di acaranya.

Kuliah di Jurusan Hukum

Presenter kelahiran 16 September 1977 ini mengenyam pendidikan di Universitas Indonesia. Bukan di jurusan Ilmu Komunikasi yang memiliki jurusan Jurnalistik, Nana kuliah di jurusan Hukum dan ia menggondol gelar sarjana pada tahun 2000 silam.

Alih-alih menjadi seorang pengacara, Nana lebih memilih untuk jadi seorang jurnalis. Pengalaman pertamanya ia dapatkan ketika magang di RCTI. Ia mengecap pengalaman selama tiga bulan di stasiun televisi swasta tertua di Indonesia tersebut, sebelum akhirnya memutuskan untuk melamar di Metro TV.

Masuk Metro TV Dengan ID 001

Nana menjadi pegawai pertama di Metro TV dengan nomor pegawai 001. Ia mengawali karirnya pada tahun 2000, dan setia di stasiun televisi yang fokus pada berita ini selama tujuh belas tahun lamanya.

Memulai karirnya sebagai reporter dan presenter di lapangan, Nana dikenal sebagai seorang presenter yang brilian. Ulasannya tajam dan faktual, dan dengan cepat namanya berkibar sebagai reporter terbaik di Indonesia.

Di antara berbagai liputan yang pernah ia lakukan, reportase tsunami Aceh menjadi sebuah momen yang tidak akan pernah dilupakan oleh masyarakat Indonesia. Lewat laporannya, Indonesia bisa melihat betapa parahnya tsunami yang melanda Aceh kala itu.

Dengan berderai air mata, Nana melaporkan kondisi Aceh usai tsunami menghadang mereka. Mayat-mayat bergelimpangan, orang-orang yang selamat nampak putus asa dan pemerintah tidak siap menghadapi semua ini.

Lewat laporannya, Nana menggerakkan masyarakat Indonesia untuk bahu membahu membantu Aceh. Lima hari ia berada di sana dan reportasenya mendapatkan penghargaan dari banyak pihak, termasuk dari Persatuan Wartawan Indonesia yang diberikan pada tahun 2005.

Memiliki Acara Sendiri

Ketajaman reportase dan ulasan dari Nana membuat Metro TV membuatkan sebuah acara bertajuk Mata Najwa. Acara talkshow ini mulai tayang pada tahun 2010 hingga Agustus 2017 silam. Lewat acara ini pula, Najwa mendapatkan kesempatan lebih luas untuk mewawancara banyak tokoh-tokoh ternama di Indonesia, termasuk tiga orang Presiden yang memimpin negara ini.

Mata Najwa menjadi tempat bagi Nana untuk memberikan ulasan mendalam pada kasus-kasus dan isu yang dekat dengan pemerintah dan masyarakat. Dengan pemikirannya yang tajam, tak jarang Nana menohok para narasumber yang hadir dan membuat wawasan masyarakat Indonesia semakin terbuka.

Tujuh tahun lamanya Najwa Shihab membawakan acara ini. Sampai pada bulan Agustus 2017 lalu Nana memutuskan untuk mengundurkan diri dari Metro TV dan membawa acara Mata Najwa bersamanya.

Kini acara tersebut tayang di Trans 7 dengan nama sama dan jam tayang yang sama pula. Ketajaman Nana pun tak berkurang, dengan berbagai isu yang ia angkat ke permukaan.

Mendapatkan Berbagai Penghargaan

Ketajaman dan kecerdasan Nana dalam membawakan berita serta menghadapi narasumber tidak hanya diakui oleh insan jurnalis dalam negeri. Namun Nana juga mendapatkan perhatian dari para pengamat jurnalistik luar negeri yang beberapa kali mengganjarnya dengan penghargaan.

  • Penghargaan PWI (2005)
  • Jurnalis Terbaik Metro TV (2006)
  • Highly Commended for the Best Current Affairs Presenter di Asian Television Award (2007)
  • Australian Alumni Award for Journalism and Media (2009)
  • Highly Commended for the Best Current Affairs Presenter di Asian Television Award (2009)
  • National Award for Journalistic Contribution to Democracy (2010)
  • Young Global Leader oleh The World Economic Forum (2011)
  • Young Global Leader (YGL) 2011 dari World Economic Forum (WEF)
  • Asian Television Awards (ATA) 2011 Pemenang Kedua atau Highly Commended
  • Best Current Affairs Presenter dalam acara Mata Najwa di Metro TV
  • Presenter Talkshow Berita & Informasi Terfavorit (2015)
  • Presenter Pemilukada Terbaik oleh Badan Pengawas Pemilu (2015)
  • Most Progressive Figure oleh Forbes Magazine (2015)
  • The Influential Woman of The Year dari Elle Magazine (2016)
  • Insan Pertelevisian Terbaik dalam ajang Panasonic Gobel Awards (2016)
  • Presenter Talkshow Current Affairs & News (2017)                                                                                                                                                                                            Ibu dan Istri Yang Baik 

Nana menikah di usia yang sangat muda, baru 20 tahun. Ia memutuskan untuk mengarungi bahtera rumah tangga bersama Ibrahim Sjarief Assegaf pada tahun 1997 atas restu dari kedua orangtuanya. Dari pernikahannya dengan Ibrahim, Nana mendapatkan satu orang anak bernama Izzat Assegaf yang sekarang berusia 17 tahun.

Menikah muda bukanlah hal yang mudah, inilah yang membuat keluarga Nana sempat ragu memberikan restu. Namun mereka akhirnya mengizinkan karena Nana yakin dengan pilihannya, dan akhirnya pernikahan itu digelar.

Menurut sang suami, Nana adalah sosok istri yang baik dan humoris. Sikapnya berbeda antara yang nampak galak dan tegas di layar kaca, menjadi ibu yang hangat dan manis ketika di rumah.

Di antara semua hal yang berurusan dengan rumah tangga, Ibrahim hanya menyebut satu hal yang tidak bisa dilakukan Nana, yaitu memasak. Dibanding dengan istrinya, pria yang berprofesi sebagai pengacara itu lebih pandai memasak di dapur.

Namun hal ini tidak menjadi masalah dalam rumah tangga Nana dan Ibrahim. Sampai 21 tahun usia pernikahan mereka, pasangan ini tetap romantis dan harmonis.                (kapanlagi.com)

LEAVE A REPLY