KPK Segera Gelar Perkara Kasus Century Tentukan Nasib Boediono Cs

wakil_pimpinan_KPK_Saut_Situmorang_JOE2-1024x682JurnalPatroliNews JAKARTA – Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menggelar perkara kasus dugaan korupsi atas pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) pada Bank Century. Tim penyidik dan tim penuntut akan dipanggil untuk menindaklanjuti kasus tersebut.
?
“Bagaimana kelanjutannya, nanti kita akan bahas di tingkat pimpinan dan tentunya juga penyidik dan penuntut. ?Kita tunggu saja nanti pimpinan akan rapat dengan penyidik dan penuntut ya,” ?kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu (11/4).

Terkait nama mantan Wakil Presiden Boediono, Saut berujar pihaknya sudah pernah membahas perannya dalam kasus itu. Bahkan menurut Saut, tak hanya Boediono saja tapi ada sepuluh orang yang dipegang peranannya oleh KPK.

“Apa yang disampaikan oleh pengadilan kemarin mereka bertitik tolak dari putusannya Budi Mulia. Budi Mulia di putusannya kan menyebut 10 nama itu. Nah sebnarnya buat KPK sendiri kita diminta ,tidak diminta bahkan April tahun kemarin catim pembentuk kita sudah mengelompokkan kesepuluh orang ini perannya seperti apa,” ungkapnya.

Dia mengaku penanganan perkara ini sempat terkendala dengan sumber daya manusia KPK yang terbatas. Namun, Saut memastikan, pihaknya akan menuntaskan kasus ini, termasuk menjerat pihak-pihak lain yang terlibat.

“Ini hanya soal bagaimana kita bisa mengerahkan resource KPK dengan cepat. Jadi nanti kita lihat pimpinan akan melihat konstruksi kasusnya seperti apa. Kalau memang itu nanti sudah jelas, tanpa putusan itu pun KPK punya kewajiban karena kita tidak punya wewenang untuk menghentikan itu,” jelas dia.

Sebelumnya, Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) memenangkan gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) terkait kasus dugaan korupsi dana talangan/bailout Bank Century?.

Koordinator MAKI Boyamin Saiman mengatakan, pihaknya akan menyerahkan salinan putusan praperadilan dari PN Jaksel kepada KPK secepatnya. Dia pun berharap agar KPK segera menuntaskan kasus ini dengan menetapkan tersangka baru.

“Atas dikabulkannya gugatan praperadilan yang diajukan MAKI lawan KPK dalam kasus korupsi Century, maka tidak ada alasan lagi KPK untuk tidak menetapkan tersangka baru dalam kasus Century,” jelas Boyamin di Jakarta.

Dalam perkara Century, KPK baru menjerat mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia bidang Pengelolaan Moneter dan Devisa Budi Mulya. Budi mendekam 15 tahun penjara atas perkara itu.

Budi Mulya didakwa memperkaya diri sendiri dari pemberian FPJP Bank Century dan atas penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

Budi juga didakwa memperkaya pemegang saham Bank Century, Hesham Talaat Mohamed Besheer Alwarraq dan Rafat Ali Rizvi sebesar Rp 3,115 miliar, PT Bank Century sebesar Rp 1,581 miliar, dan Komisaris PT Bank Century Robert Tantular sebesar Rp 2,753 miliar.

Perkara ini memang kerap menyeret beberapa nama pejabat penting negara kala itu. Seperti pernah disebut dalam dakwaan Budi Mulya, mereka di antaranya ?Boediono, Muliaman D Hadad, Hartadi, Miranda Goeltom, dan Raden Pardede. (dai)

LEAVE A REPLY