KPK Tahan Bupati Bandung Barat di Rumah Tahanan Guntur

097711200_1523530841-KPK-Tahan-Bupati-Bandung-Barat5JurnalPatroliNews JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Bupati Bandung Barat, Abubakar, pada sore hari ini. Abubakar ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Pom?dam Jaya, Guntur, Jakarta Selatan, dengan masa penahanan pertama selama 20 hari ke depan.

“(Abubakar ditahan) di Guntur,” singkat Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Kamis (12/4).

Abu Bakar keluar dari Gedung KPK sekitar pulul 17.20 WIB. Dia hampir diperiksa lebih dari 17 jam sejak Rabu (11/4) pukul 22.40 WIB.

Usai diperiksa, Abu Bakar tak berkomentar banyak. Ia tampak sudah mengenakan rompi tahanan KPK berwarna oranye. Kendati demikian, ia memilih untuk tidak banyak memberikan pernyataan soal kasusnya dan langsung masuk ke dalam mobil tahanan KPK.

“Sebagai warga negara yang baik, saya jalani saja proses hukum,” ujar Abu Bakar di Gedung KPK, Kamis (12/4).

Diketahui sebelumnya, KPK resmi menetapkan Bupati Bandung Barat, Abubakar sebagai tersangka kasus dugaan suap. Abubakar diduga ?menerima suap dari sejumlah pejabat dinas di lingkungan Pemkab Bandung Barat.

Dalam kasus ini Abu Bakar diduga menerima suap dari sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Uang tersebut untuk kepentingan sang istri, yakni Elin Suharlian, yang maju dalam Pemilihan Bupati Bandung Barat 2018-2023.

KPK menduga bahwa Abu Bakar menjanjikan jabatan kepada kepala SKPD jika istrinya tersebut memenangkan kontestasi politik.

Dalam operasi tangkap tangan itu, KPK mengamankan uang senilai Rp435 juta. KPK juga telah menetapkan sejumlah orang sebagai tersangka, diantaranya Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung Barat Weti Lembanawati dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bandung Barat Adiyoto.

Abubakar ditetapkan tersangka bersama dengan tiga orang lainnya. Tiga orang tersebut yakni, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah, Weti Lembanawati, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Adiyoto, serta Kepala Badan Kepegawaian Daerah, Asep Hikayat.

Seharusnya, Abu Bakar ikut ditangkap dalam OTT itu. Namun, saat penyidik mendatangi rumahnya, ia meminta untuk tidak diamankan lantaran akan menjalani kemoterapi.

Akan tetapi, setelah penyidik mengabulkan permohonan Abu Bakar dan meninggalkan kediamannya, Abu Bakar malah menggelar konferensi pers dan menyebut kedatangan KPK saat itu hanya memberikan klarifikasi isu semata. (dai)

LEAVE A REPLY