Otak Perampok Dan Pembunuhan Driver GO-CAR, Banyuasin Tewas Di Tembus Peluru

IMG - 8943456Jurnalpatrolinews РSumsel, Kabar tewasnya Hengki (20), otak perampokan dan pembunuhan driver GO-CAR, Tri Widyantoro (44), sudah diterima keluarga korban. Dua dari empat pelaku tewas dihujam timah panas pistol polisi.

Istri korban, Rohana (42) puas dan bersyukur dengan tindakan tegas anggota kepolisian terhadap pelaku. Dia juga mengapresiasi komitmen Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara untuk menuntaskan kasus ini.

“Saya dapat kabar dari media hari ini kalau si Hengki sudah mati. Tidak ada kata selain saya ucapkan Alhamdulillah, saya bersyukur. Terima kasih pak polisi,” ungkap Rohana, Kamis (12/4).

Terhadap dua pelaku yang ditangkap dalam keadaan hidup, Rohana meminta penegak hukum menjatuhkan hukuman mati. Bagi dia, hukuman itu setimpal dengan perbuatan mereka terhadap suaminya.

“Saya sudah ikhlas dengan kepergian suami saya, tapi saya minta dua pelaku itu dihukum mati. Mereka kejam, suami saya sudah bilang jangan dibunuh, ambil saja barangnya, tapi tetap mereka bunuh,” ujarnya.

Terkait tes DNA, Rohana mengaku masih menunggu hasilnya. Meski demikian, dia yakin tulang yang ditemukan tersebut adalah suaminya.

“Ya memang sulit menerimanya tapi saya yakin itu suami saya, saya ikhlas,” ucapnya.

Diketahui, kemarin petugas Polda Sumsel menembak mati Hengki dalam pelariannya di Brebes, Jawa Tengah. Jenazahnya direncanakan akan dibawa ke Palembang nanti sore untuk diserahkan ke pihak keluarga dan dipulangkan ke kampung halamannya di Desa Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumsel.

Pelaku sebelumnya berpindah-pindah daerah di Jawa Tengah. Dia sempat sembunyi di Kendal, lalu pergi ke Pemalang, dan Wonosobo. Petugas akhirnya mengendus keberadaan pelaku sudah pindah ke Brebes.

Hengki menjadi otak perampokan dan pembunuhan terhadap driver GO-CAR Tri Widyantoro dengan modus diantar ke sebuah tempat, Kamis (15/2). Satu setengah bulan hilang, jasad korban ditemukan sudah menjadi tulang di Desa Muara Sungsang, Banyuasin, Jumat (30/3). Polisi menangkap tiga dari empat pelaku, satu diantaranya berstatus sebagai mahasiswa Universitas Sriwijaya. Selain Hengki, polisi juga menembak mati pelaku Poniman beberapa saat setelah mayat korban ditemukan. (**/Luk-dd)

LEAVE A REPLY