Sanksi Terhadap Korut, Inggris Kerahkan 3 Kapal Serbu Untuk Mengawasi

20170421_09JurnalPatroliNews LONDON – Menteri Pertahanan Inggris, Gavin Williamson mengatakan, pihaknya akan segera mengirim kapal perang ketiga untuk memastikan sanksi internasional tetap berlaku terhadap Korea Utara (Korut). Kapal serbu HMS Albion itu akan bergabung dengan HMS Sutherland dan HMS Argyll yang terlebih dahulu berada di wilayah Asia Pasifik.

Ketiga kapal tersebut dijadwalkan melakukan latihan bersama dengan Australia, Malaysia, Selandia Baru, dan Singapura, dalam waktu dekat. Albion, Sutherland, dan Argyll dikerahkan untuk memastikan bahwa tidak ada pelanggaran terhadap larangan pengiriman barang lewat laut dengan tujuan Korea Utara.

“Kapal kami akan berkontribusi dalam upaya internasional memonitor perdagangan terlarang yang dilakukan Korut melalui perairan yang hasilnya digunakan negara itu untuk mendanai pengembangan senjata nuklir ilegal,” bunyi pernyataan Kementerian Pertahanan Inggris, Kamis (12/4).

Tiga kapal perang itu dikerahkan untuk menegakkan sanksi yang sudah diberikan oleh Dewan Keamanan PBB kepada Korut.

Sanksi tersebut berupa larangan bagi kapal negara lain untuk membawa bahan produksi kepada negara pimpinan Kim Jong Un tersebut.

Sebagai informasi, sejumlah kapal yang terdaftar di China, diamankan setelah ketahuan memindahkan minyak secara diam-diam ke sejumlah kapal milik Korea Utara di perairan internasional dalam beberapa bulan terakhir. Hal tersebut merupakan pelanggaran atas sanksi internasional yang dijatuhkan oleh Dewan Keamanan PBB.

Sejak Kim menjabat sebagai pemimpin tertinggi pada 2011, Korut berkeras mengembangkan senjata rudal dan nuklirnya.

Kim bahkan pernah bersumpah tak akan menyerahkan senjata nuklirnya demi membendung ancaman AS. Ambisi tersebut memicu ketegangan di kawasan dan serangkaian sanksi internasional terhadap Korut.

Meski dalam beberapa bulan terakhir Korea Utara menunjukkan perubahan sikap diplomatik terhadap Korea Selatan dan Amerika Serikat (AS), sanksi tetap berlaku. Dunia internasional tidak mau mengambil risiko Korea Utara tetap melanjutkan program nuklir dan rudal balistik yang mengancam keselamatan dunia. (dai)

 

LEAVE A REPLY