BI Mencatat, Baru Dua Persen Proyek Strategis Nasional Yang Rampung Tahun 2017

logo-bank-indonesia-JurnalPatroliNews – Jakarta, Bank Indonesia mencatat baru sekitar dua persen Proyek Strategis Nasional (PSN) yang digagas Presiden Joko Widodo rampung di akhir tahun lalu.

Berdasarkan Laporan Perekonomian Indonesia tahun 2017 yang dirilis baru-baru ini, sekitar 59 proyek saat ini masih berada dalam tahap konstruksi. Khusus pada program ketanagalistrikan, catatan BI, penyelesaian proyek baru mencapai tiga persen dari target 35 ribu megawatt, sedangkan 46 persen proyek masih dalam tahap konstruksi.

PSN ditetapkan pemerintah sebagai prioritas pembangunan. Pada posisi akhir tahun lalu, PSN terdiri dari 245 proyek dan 2 program pembangunan lain, yakni ketenagalistrikan dan pengembangan industri pesawat terbang. Total kebutuhan investasinya mencapai Rp4.417 triliun.

Dengan mempertimbangkan kemajuan pelaksanaan PSN, BI memperkirakan sekitar 50 persen total PSN akan rampung pada 2019 dan 85 persen rampung pada 2022.

“Akumulasi kapital (kebutuhan investasi) ke depan diperkirakan terus meningkat,” jelas BI dalam laporan tersebut, dikutip Jumat (13/4).

Jokowi sebelumnya, meminta program prioritas dan PSN yang belum rampung di tahun lalu untuk dievaluasi kembali. Ia juga meminta proyek strategis yang direncanakan tahun ini efektif dalam pelaksanaannya.

Permintaan Jokowi pun sudah diamini Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. Darmin pada pertengahan bulan lalu menyebut telah merampungkan evaluasi PSN sesuai permintaan Jokowi. Rencananya, evaluasi akan tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres).

Menurutnya, jumlah proyek yang nanti dicoret dari daftar PSN tidak terlalu signifikan. Kriteria proyek yang dicoret adalah proyek yang sekiranya tidak bisa mulai konstruksi pada kuartal III 2019 atau tepat ketika masa pemerintahan Jokowi berakhir.

 (**/Luk-DD)

LEAVE A REPLY