IMI Kalbar Bantah 18 Moge Yang Ditangkap TNI AL, Diduga ‘Bodong’! Ini Tanggapan Panglima Koarmabar

30652701_1671435149576264_6809649182979604590_nJurnalpatrolinews – Jakarta,┬áIkatan Motor Indonesia (IMI) wilayah Kalimantan Barat membantah 18 motor gede (moge) yang ditangkap TNI AL, bodong. Apa tanggapan Panglima Koarmabar Laksda Yudho Margono?

“Ya kita nggak tahu ya tentang ada ikatan yang membantah, kita ada faktanya,” kata Yudho kepada wartawan di Dermaga Putri Dayung, Jakarta Utara, Jumat (13/4).

Yudho mengatakan, pihaknya telah memeriksa kapal roro KM Fajar Bahari V yang saat itu mengangkut 18 moge tersebut plus 9 mobil lainnya. Dari hasil pemeriksaan, nakhoda kapal tidak dapat menunjukkan dokumen yang sah terkait kendaraan-kendaraan tersebut.

“Kita hanya melihat faktanya bahwa yang kita periksa kendaraan maupun moge tersebut, pihak kapal tidak bisa menunjukan dokumen barang itu,” katanya.

Ia mempersilakan kepada pihak IMI jika memiliki dokumen-dokumen yang sah untuk ditunjukkan. “Saya tidak berurusan dengan siapa pemiliknya kendaran itu, kalau nanti mereka bisa datang dan menunjukan pas penyelidikan ya silahkan tunjukan bahwa itu memang ada suratnya,” lanjutnya.

Faktanya di lapangan, kata dia, nakhoda kapal tidak dapat menunjukkan dokumen yang sah atas barang tersebut. “Sehingga saat ini kita anggap bahwa barang itu ilegal, nanti dikemudian hari kalau ada pemilik atau agen memiliki dokumennya silakan dibawa ke Lantamal III, tunjukkan bahwa ini loh dokumennya ada,” paparnya.

Yudho menegaskan, terkait 18 moge yang diamankan tidak mengantongi dokumen resmi. “Tidak ada dokumen resmi, yaa berupa surat-surat kendaraan (berupa STNK dan BPKB),” sambungnya.

Sebelumnya, Ketua IMI wilayah Kalbar Juliansyah membantah bahwa 18 moge yang diangkut KM Fajar Bahari V adalah kendaraan bodong. Juliansyah menjelaskan, komunitas yang membawa moge melalui kapal yang lewat Teluk Jakarta itu hendak melakukan touring dari Pontianak ke Serawak. Sejumlah dokumen juga telah dipersiapkan termasuk yang berkaitan dengan moge.

“Teman-teman itu kan komunitas dari Jakarta ada kegiatan di Serawak. Mereka pada dasarnya sudah mempersiapkan dokumen-dokumennya untuk masuk ke negara tetangga lengkap semua (surat-suratnya). Pemeriksaan juga ketat,” kata Juliansyah, Jumat (13/4).(**/luk-dd)

LEAVE A REPLY