Peredaran Narkoba, Pemprov DKI Cabut Izin Usaha Sense dan Exotic

bnn-gerebek-sense-karaoke_20180411_224910JurnalPatroliNews JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencabut izin usaha dua tempat hiburan malam, yakni Sense Karaoke di Mangga Dua Square, Jalan Gunung Sahari, Jakarta Utara dan Diskotek Exotic di Sawah Besar, Jakarta Pusat, terkait peredaran narkoba.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM dan PTSP) DKI, Edy Junaedi membenarkan kabar tersebut.

Pihaknya telah mengirim surat pencabutan tanda daftar usaha pariwisata (TDUP) kepada manajemen kedua tempat hiburan malam tersebut, Kamis (12/4).

“Kami sudah terima surat dari dinas pariwisata dan harus ditindaklanjuti, kan kita sudah ditindaklanjuti, kita cabut dan suratnya sudah kita sampaikan menejemen kedua,” ujar Edy kepada wartawan, Jumat (13/4).

Keputusan itu dibuat setelah pihaknya mendapat surat dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI yang meminta kedua tempat hiburan malam itu ditutup terkait tindakan penyalahgunaan narkoba. Bukti kasus tersebut sudah ada di Badan Nasional Narkotika (BNN).

“Buktinya sudah ada di BNN kan. Ya itu sudah pelanggaran berat. Narkoba itu berat. Enggak ada bukti selain itu. Itu sudah lebih dari cukup untuk penutupan,” jelasnya.

Koordinasi juga dilakukan dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta untuk bersiap-siap melakukan eksekusi.

Penutupan paksa akan dilakukan apabila diskotek itu tidak menggubris surat dari dinas PM-PTSP.

Dalam surat pencabutan izin itu dijelaskan, Dinas PM-PTSP memberikan ultimatum kepada Diskotek Exotic selama 5×24 jam. Dengan begitu, batas akhir tempat hiburan malam itu untuk menutup usahanya berlaku hingga Rabu (18/4) mendatang.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno membenarkan keterangan tersebut dan menindak tegas.

“Karaoke lain yang ada, kita belum kirimkan yang tegas kalo misalnya ada yang coba-coba mengedarkan narkoba sebagai bagian ada distribusi narkoba, kita akan tindak tegas. Tidak ada (toleransi), harga mati,” tegasnya.

Sementara itu, terkait banyaknya laporan dari pihak Kepolisian serta BNN atas peredaran narkoba di sejumlah tempat hiburan, dirinya tidak ingin berspekulasi.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan pihak pengelola hiburan untuk melakukan evaluasi terkait pelanggaran yang mungkin dilakukan oleh pengunjung tempat hiburan.

“Saya nggak mau mengungkapkan karena BNN belum pernah mengumumkan, ada 30. Tapi karena kelangsungan usaha, mereka langsung mengubah pola bisnisnya, sistemnya, kita beri mereka kesempatan itu. Tapi kalo sampai tetap masih (ditemukan pelanggaran) mereka melakukan, kita tindak tegas ini, kita langsung eksekusi di lapangan,” katanya menambahkan. (dai)

 

LEAVE A REPLY