Koalisi AS Gempur Damaskus Dengan 110 Rudal Kendali

pesisirnews_Akhirnya--AS-Gelar-Serangan-Udara-terhadap-SuriahJurnalPatroliNews DAMASKUS – Militer Suriah menyatakan serangan gabungan Amerika Serikat, Perancis, dan Inggris meluncurkan 110┬árudal kendali ke arah kota Damaskus pada Sabtu (14/3) pukul 03.55 waktu setempat.

Suriah juga mengklaim sistem pertahanan mereka sukses mengintersepsi mayoritas rudal tersebut, tapi beberapa masih mengenai target seperti Pusat Riset Kimia di Barzeh.

Militer juga menegaskan agresi terhadap rezim Assad itu “tidak akan menyurutkan tekad pasukan bersenjata dan pasukan pendukung lainnya untuk terus menghancurkan sisa-sisa kelompok teroris di seluruh Suriah.”

Tentara Suriah bersumpah serangan Barat tak akan memupus tekad untuk terus perang melawan para militan bersenjata yang tersisa. Pernyataan militer Assad itu disampaikan Sabtu (14/4) di stasiun televisi pemerintah setempat.

AS dan sekutunya menyerang posisi militer Suriah sebelum fajar dengan dalih sebagai respons serangan gas beracun di Douma, pekan lalu. Serangan yang dilaporkan menewaskan puluhan orang itu dituduhkan terhadap rezim Presiden Assad.

Damaskus dengan sekutu kuncinya; Rusia dan Iran, telah mengecam laporan tentang dugaan serangan kimia di Douma sebagai laporan palsu. Pemerintah Suriah menuduh Washington berusaha menggunakannya sebagai dalih untuk menyerang pemerintah Assad.

Militer AS menggunakan rudal Tomahawk yang berdaya jelajah ribuan kilometer pada agresi tersebut, sementara Perancis meluncurkan pesawat jet tempur Mirage 2000 dan Rafale, bersama dengan empat kapal perang pergata.

Sementara itu, Inggris mengeluarkan empat jet tempur Royal Air Force dari pangkalan militer mereka di Siprus dan meluncurkan rudal Storm Shadow.

Perdana Menteri Inggris, Theresa May, menyatakan rudal itu dirancang untuk meminimalisir korban sipil.

Pihak AS menyatakan serangan gabungan itu merupakan pesan tegas kepada Suriah bahwa AS menentang penggunaan senjata kimia.

Turki, Israel, dan Australia mendukung agresi ke tanah Suriah tersebut, sementara Iran dan Rusia mengecam serta menyebut serangan sebagai kejahatan internasional.

Kementerian Luar Negeri Suriah mengatakan, serangan yang dipimpin AS hanya akan menyebabkan ketegangan yang meradang di dunia dan mengancam keamanan internasional.

“Agresi biadab … tidak akan mempengaruhi dengan cara apapun tekad dan desakan rakyat Suriah dan angkatan bersenjata heroiknya.” tulis media pemerintah Suriah mengutip kementerian tersebut. (dai)

LEAVE A REPLY