Sri Mulyani Sebut Peringkat Utang Pemerintah RI Masih di Bawah Spanyol dan Italia

menkeu-sri-mulyani-larang-bitcoin-sebagai-alat-pembayaran-yang-sah_m_183261JurnalPatroliNews JAKARTA – Lembaga rating internasional, Moody’s kembali menaikkan peringkat utang Indonesia dari Baa3 positive outlook menjadi Baa2 stable outlook. Moody’s menyatakan faktor kunci yang mendukung keputusan tersebut adalah kerangka kebijakan pemerintah yang kredibel dan efektif yang dinilai kondusif bagi stabilitas makroekonomi.

Menanggapi hal itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, kenaikan peringkat utang ini merupakan sebuah pembuktian kepada dunia bahwa pengelolaan uang negara pemerintah Jokowi-JK sangat hati-hati. Dengan demikian, Indonesia sudah mendapat peringkat Baa2/BBB dari empat lembaga, yakni Fitch (Desember 2017), JCRA (12 Februari 2018), R&I (7 Maret 2018), dan Moody’s.

“Dengan demikian kita akan mencoba agar uang APBN, uang kita semuanya bermanfaat sebesar-besarnya bagi rakyat,” ujar Menkeu Sri Mulyani yang dikutip dari laman facebook pribadinya, Sabtu (14/4).

Selain itu, Sri Mulyani menilai penilaian Moody’s sebagai bukti kebijakan ekonomi di Indonesia semakin baik.

“Apa yang disampaikan lembaga peringkat Moody’s mengatakan bahwa kerangka kebijakan ekonomi Indonesia kredibel dan efektif. Ini suatu konfirmasi bahwa pemerintah selama ini terus berupaya, terus memperbaiki kebijakan agar kredibel dan efektif untuk membangun perekonomian Indonesia, menciptakan pertumbuhan ekonomi, menciptakan kesempatan kerja, dan mengurangi kemiskinan dan kesenjangan,” jelasnya.

Selain itu, ia menilai hal tersebut sebagai pengakuan bahwa selama ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengelola Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) secara hati-hati.

Menkeu mengungkapkan prinsip kehati-hatian, akuntabilitas dan transparansi merupakan kunci pemerintah dalam mengelola APBN. Sri Mulyani juga menegaskan pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga APBN yang merupakan instrumen dalam melindungi ekonomi dan rakyat Indonesia dari setiap guncangan, namun tetap berkesinambungan.

“Saya melihat bahwa Moody menyampaikan bahwa kebijakan dari sisi fiskal dianggap disiplinnya cukup baik dan bahkan kalau dibandingkan dengan negara-negara yang memiliki investment grade yang sama seperti Spanyol, Kolombia, Filipina, Bulgaria, India, Italia atau Panama. Indonesia memiliki tingkat utang pemerintah yang tetap di bawah negara-negara tersebut,” paparnya.

Sementara itu, per Februari 2018 Kemenkeu mencatat total utang pemerintah mencapai Rp 4.034,80. Angka ini tumbuh 13,46% bila dibandingkan dengan periode yang sama di 2017. (dai)

LEAVE A REPLY