Holding BUMN Migas Resmi Terbentuk, Menteri BUMN Setujui Integrasi Pertagas ke PGN

pgnJurnalpatrolinews РJakarta, Terbentuknya Holding BUMN Migas secara resmi telah terbentuk. Langkah selanjutnya direncakan akan dilakukan pertukaran (swap) aset anak usaha. Hal ini menyusul integrasi PT Pertamina Gas (Pertagas) ke PT Perusahaan Gas Negara (PGN).

Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) Pertamina, Nicke Widyawati mengatakan, muncul pilihan pengalihan Saka Energi anak usaha PGN yang bergerak pada kegiatan hulu migas ke Pertamina, setelah pengalihan Pertagas ke PGN.

“Bisa jadi, itu salah satu pilihan,” kata Nicke, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (16/4).

Untuk melakukan pertukaran anak usaha, pertama akan dilakukan perhitungan nilai aset terlebih dahulu, selain itu memastikan agar peralihan tersebut tidak mempengaruhi arus kas PGN.

“Tapi yang pasti kan semua di valuasi dulu, mekanismenya seperti apa nanti jangan sampai cash flow-nya PGN bermasalah,” ujarnya.

Nicke yang juga menjabat sebagai Tim Implementasi Holding BUMN Migas mengungkapkan, timnya telah menargetkan penyelesaian transaksi dalam waktu empat bulan ke depan.

“Targetnya sih, kapan ya. Empat bulan lah. Kan tanggal lahirnya 11. Maunya sih gitu, mudah mudahan lancar,” tandasnya.

Menteri BUMN, Rini Soemarno menyetujui integrasi PT Pertagas ke PGN. Hal ini merupakan langkah lanjutan setelah Holding BUMN Migas resmi terbentuk.

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno mengatakan, setelah Holding BUMN Migas berdiri, langkah selanjutnya adalah proses integrasi PT Pertagas yang merupakan anak usaha Pertamina ke PGN. Sehingga PGN akan menjadi Sub-Holding Gas di bawah Pertamina.

“Pengalihan kebutuhan, Pertagas sudah disetujui masuk ke PGN itu namanya integrasi 100 persen ke PGN,” kata Fajar.

Fajar menyebutkan, pertimbangan yang disampaikan Direksi Pertamina dalam mengintegrasikan Pertagas ke dalam PGN antara lain, lini bisnis yang sama dalam hal transportasi dan niaga gas, terdapat potensi penghematan biaya operasional dan capex karena hilangnya tumpang tindih dalam pengembangan infrastruktur.

Selain itu, dapat menciptakan infrastruktur gas yang terintegrasi, menciptakan kinerja keuangan konsolidasi yang sehat, memperkuat struktur permodalan PGN sehingga membuka ruang untuk meningkatkan kapasitas utang untuk pengembangan bisnis gas, dan meningkatkan setoran dividen serta pajak kepada negara.

Fajar melanjutkan, tim gabungan dari Pertamina dan PGN terus menuntaskan rencana integrasi, hal ini terkait penentuan nilai Pertagas yang diintegrasikan ke PGN, saat ini proses perhitungan nilai saham sedang dilakukan.

“Dengan masuknya PT Pertagas ke PGN maka PGN akan menjadi pengelola midstream sampai distribusi dan niaga gas,” tutupnya. (**/luk-dd)

LEAVE A REPLY