Jumlah Penduduk Bertambah, Menteri Darmin: Perpres No 57 Tahun 2008 Segera Direvisi

1269733562JurnalPatroliNews JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mendesak Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2008 tentang Penataan Ruang Kawasan Jabodetabek, Puncak dan Cianjur (Jabodetabekpunjur) segera direvisi.

Revisi itu dinilai penting dan mendesak mengingat Perpres tersebut telah berlaku sejak sepuluh tahun lalu. Padahal jumlah penduduk kawasan Jabodetabekpunjur kian bertambah selama beberapa tahun terakhir.

“Urgensinya karena memang (Perpres 54/2008) telah berjalan hampir sepuluh tahun dan sudah perlu direview,” kata Darmin usai menghadiri acara Konsultasi Publik Rencana Tata Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Selatan pada Senin, (16/4).

Darmin mengatakan, revisi harus dilakukan agar dapat mengakomodasi berbagai upaya dan rencana yang dilakukan pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Sehingga, pelaksanaan rencana dan upaya pemerintah tersebut tidak terkendala.

“Juga sejalan dengan amanat Undang-undang No 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, sudah dapat dilakukan peninjauan kembali atas perencanaan tata ruang, termasuk tata ruang kawasan strategis nasional setelah lima tahun,” kata Darmin.

Darmin mengatakan, kawasan Jabodetabekpunjur menyumbang hingga 19,9% dari total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Tingginya kontribusi tersebut membuat laju penduduk di kawasan Jabodetabekpunjur pada tahun ini telah mencapai 32 juta jiwa. Angka ini meningkat dari satu dekade yang lalu sebesar 22 juta jiwa.

Sementara itu, jumlah lahan di kawasan Jabodetabekpunjur terbatas. Padahal, saat ini konversi lahan tidak terbangun menjadi terbangun dari 2012-2015 sudah mencapai 48%. Adapun, lahan sawah yang terkonversi menjadi bangunan mencapai 24,3%.

“Ini berdampak pada meningkatnya kebutuhan akan ruang atau tempat tinggal, tempat usaha dan infrastruktur, tentu saja baik jalan, terminal, bandara, pelabuhan, jaringan air bersih, air limbah, pembangkit listrik dan sebagainya,” kata Darmin.

Saat ini daya dukung lingkungan di kawasan Jabodetabekpunjur telah terlampaui sehingga timbul berbagai permasalahan seperti banjir, longsor, dan penurunan muka tanah. Di pesisir Jakarta Utara, penurunan muka tanah akibat mencapai 7,5 cm per tahun. Selain itu, kemacetan lalu lintas juga menjadi isu yang tidak dapat dihindari.

“Kita perlu kebijakan jelas mengenai hal ini,” kata Darmin menambahkan. (dai)

LEAVE A REPLY