Kementerian ESDM Catat Program Pembangkit Listrik 35.000 MW Capai 40 Persen

Pekerja memeriksa instalasi menara Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) di arteri Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (20/6)JurnalPatroliNews JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat progres program pembangkit listrik 35.000 megawatt (MW) telah mencapai 40% per 1 April 2018.

Progres pembangunanan tidak dilihat dari proyek yang telah beroperasi saja, namun kemajuan dari masing-masing tahapan baik operasi, konstruksi, kontrak, pengadaan dan perencanaan.

Mengutip laman resmi Kementerian ESDM, sebanyak 17.024 MW pembangkit listrik dalam program 35.000 MW sedang memasuki tahap konstruksi, sementara 1.584 MW telah beroperasi.

“Sesuai arahan bapak Presiden dan bapak Menteri (ESDM) bahwa target rasio elektrifikasi nasional tahun 2019 sebesar 99% lebih, dan kami terus kerjakan untuk mencapai itu. Tahun 2017 kita berhasil capai 95,35%, jauh melampaui targetnya yaitu 92,75%. Kami optimis dan kita kerjakan karena elektrifikasi adalah bagian dari mewujudkan energi berkeadilan,” kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (16/4).

Sementara proyek yang sudah kontrak, namun belum konstruksi sebesar 12.690 MW.

Apabila dilihat dari total jumlah proyek yang sudah kontrak yaitu sebesar 31.298 MW atau 87%. Selebihnya tahap pengadaan dan perencanaan masing-masing sebesar 3.414 MW dan 1.095 MW.

Selain Program 35.000 MW juga ada program 7.000 MW yang terdiri dari lanjutan dari Fast Track Program (FTP) tahap I dan II serta program reguler. Per 1 April 2018, progres program tersebut yang telah beroperasi sebesar 6.434 MW dan yang tahap konstruksi sebesar 1.406 MW.

Upaya meningkatkan elektrifikasi juga dilakukan dengan program listrik desa. Melalui PT PLN (Persero), pada 2017 program listrik desa telah menjangkau 75.682 desa. Dalam 2 tahun terdapat tambahan sebanyak 5.291 desa dibandingkan 2015 sebanyak 70.391 desa.

Selain itu, sebagai program pra elektrifikasi sebelum jaringan listrik masuk ke desa-desa terpencil, pemerintah juga memberikan lampu surya gratis untuk rumah di desa belum berlistrik. Paket program yang dinamakan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) terdiri dari 4 buah lampu LED dan baterai yang terintegrasi, panel surya, dan pengisi daya ponsel (charger).

Pembiayaan program LTSHE tersebut bersumber dari APBN. Pada tahun 2017 pembagian dan pemasangan LTSHE telah dilakukan untuk sekitar 80 ribu rumah. Sedangkan tahun 2018 ini ditargetkan sebanyak 175.000 rumah dan untuk tahun 2019 sedang tahap perencanaan untuk 125.000 rumah. (dai)

LEAVE A REPLY