Maju Pilpres 2019, Rizal Ramli: Kalau Mau Berubah, Harus Ganti Pemerintahan

9725582_201804161154460705JurnalPatroliNews BANDA ACEH – Mantan Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman periode 2015-2016, Rizal Ramli berniat untuk bersaing dengan Prabowo Subianto dan Joko Widodo, dalam pertarungan menjadi orang nomor satu di Indonesia pada Pemilihan Presiden 2019 mendatang.

Hal itu dikatakan Rizal Ramli usai menjadi pemateri di Universitas Muhammadiyah Aceh, Senin, 16 April 2018. Niat itu, kata dia, datang sejak Presiden Joko Widodo me-reshuffle Rizal Ramli dari kabinetnya.

“Jadi yang pertama, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada sahabat, kawan saya, Presiden Jokowi, karena memecat kami dari Menko Maritim. Jadi kami ada waktu bisa fokus untuk maju sebagai calon presiden tahun 2019,” ujar Rizal di Universitas Muhammadiyah Aceh, Jl Muhammadiyah, Banda Aceh, Senin (16/4).

Rizal mengungkapkan, dirinya saat ini tidak perlu sibuk dan repot mencari dukungan partai poltik. Dirinya bahkan tak ambil pusing siapa yang akan mendukung dan menyokong dirinya ketika menyatakan maju sebagai calon presiden 2019.

“Kalau masih ada yang tanya lagi (soal partai), aku jawab Kun Fayakun. Man Jadda Wajada. Itu sudah selesai. Gitu aja repot,” kata Rizal Ramli.

Menurut dia, melihat arah ekonomi Indonesia saat ini tidak akan berkembang. Sebab, masih dililit utang dan ekonomi Indonesia selalu ditopang oleh negara luar dan bank dunia.

“Kalau mau berubah, kita harus ganti pemerintahan,” ujarnya.

Usai acara, beberapa pemuda terlihat membagi-bagikan stiker bertuliskan “Indonesia #2019 Presiden Baru”. Tulisan pada stiker ditulis warna merah. Namun khusus huruf R pada kata Presiden dan Baru dibuat dalam warna berbeda. Di bawahnya, tertulis “Barisan Rizal Ramli”.

Dalam stiker #2019PresidenBaru, terdapat dua huruf ‘R’ yang memiliki warna berbeda dari huruf lainnya. Itu merupakan inisial Rizal Ramli. Di bawahnya, tertulis ‘Barisan Rizal Ramli’. Rizal membantah dirinya yang membagi-bagikan stiker tersebut. (dai)

LEAVE A REPLY