Pernyataan Kontroversi di Siaran TV Nasional, Jack Boyd Lapian Laporkan Rocky Gerung ke Bareskrim Polri

31-jack_boyd_lapianJurnalPatroliNews JAKARTA – Jack Boyd Lapian, Sekretaris Jenderal Cyber Indonesia melaporkan mantan Dosen Filsafat Universitas Indonesia, Rocky Gerung ke Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, pada Senin (16/4/2018). Rocky Gerung dilaporkan karena pernyataannya di acara Indonesia Lawyers Club (ILC) TvOne yang menyebut kitab suci adalah fiksi, Selasa malam (10/4/2018).

Setelah melaporkan Rocky Gerung ke Polda Metro Jaya dan Polda Sulawesi Utara, kini Cyber Indonesia yang diwakili oleh Sekjennya Jack Boyd Lapian membuat laporan ke Bareskrim Polri.

Jack Boyd Lapian tiba di Bareskrim Polri, Komplek Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada Senin sore (16/4/2018) sekitar pukul 16.00 WIB.

“Salah satunya youtube official TV One. Udah kita download juga, berkas transkrip juga. Kita laporkan, karena, satu, Pak Rocky Gerung ini orang Manado, saya juga orang Manado, dia Kristen saya Kristen, mungkin bisa inlinenya, apa di sini, kitab suci dibilang fiksi,” kata Jack di Kantor Bareskrim Polri di gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (16/4).

Namun, bukan hanya soal permasalahan ucapan ‘Kitab Suci adalah Fiksi’ saja yang dimasalahkan. Tapi juga ucapan Rocky yang dianggap olehnya telah menghina Presiden Joko Widodo, soal ‘Orang yang naik Chopper itu minimal berat badannya 90, karena itu penting untuk keseimbangan. Motor 600 cc seperti saya pasti tak bisa tunggangin motor 600 cc tuh. Jadi saya, jangan-jangan Chopper pak Jokowi mesinnya Honda bebek jangan-jangan’.

Dirinya pun menegaskan, kalau Rocky Gerung telah dianggap menghina Jokowi sebagai orang nomor satu di Indonesia dalam acara yang dibawakan oleh Karni Ilyas.

“Namun yang kami miris juga. Kenapa Pak Jokowi juga ‘dihina’ dalam acara ILC,” ucapnya.

Jack Boyd Lapian menyesalkan pernyataan yang diucapkan oleh Rocky Gerung sebagai seorang tokoh dan seorang mantan dosen di salah satu kampus terkabul dan terbesar di Indonesia. Apalagi menurut Jack Boyd Lapian, pernyataan Rocky Gerung tersebut dikeluarkan saat syuting acara di televisi yang disaksikan oleh banyak sekali rakyat Indonesia.

“Ini apa maksudnya? Kenapa kita tidak saling merangkul untuk supaya Indonesia bisa lebih maju ke depannya. Banyak hal-hal yang bisa dikerjakan dari pada kita ngomongin agama terus. Sekali lagi kalau ini kita biarkan dimana KTP kita masih ada Garuda Pancasila berarti sila pertama dari Pancasila itu fiksi kan? Sekali lagi saya hanya sebagai pelapor biar berproses di kepolisian nanti akan dihadirkan saksi ahli dan seterusnya. Kenapa sih pak Rocky tidak membumikan Pancasila dan ngomong lebih beradab apalagi beliau adalah seorang dosen,” tegas Jack Boyd Lapian.

Selain itu, dirinya ingin agar Karni Ilyas bisa bijak dalam mengambil sebuah keputusan. Terlebih lagi dalam acara yang ia bawakan dengan tema #ILCJokowiPrabowoBerbalasPantun

“Ini pak Karni Ilyas juga lebih bijaklah dalam mengambil tema,” keluhnya.

Dalam laporan ke Polda Metro Jaya, Rocky Gerung dianggap melanggar Pasal 28 ayat 2 Juncto Pasal 45A ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). (dai)

LEAVE A REPLY