Santoso : Ganti Kartu Debit BCA logo GPN, Banyak Keuntungan Bagi Nasabah.

GPNJurnalpatrolinews – Jakarta,  PT Bank Central Asia (BCA) terus berupaya mempercepat konversi atau pergantian kartu debit lama ke kartu dengan logo GPN. Ini dilakukan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan nasabah saat bertransaksi.

Direktur BCA, Santoso mengatakan, dengan menggunakan kartu debit berlogo GPN akan banyak keuntungan bagi nasabah, salah satunya pengurangan biaya administrasi kartu tiap bulan sebesar Rp 1.000.

“Administrasi bulanan kita kurangi, jadi 1 tahun kita kurangi sekitar Rp 12.000, tiap bulan Rp 1.000. Jauh lebih murah dari semua jenis, tapi fasilitas nggak dikurangi,” ungkapnya di Menara BCA Jl MH. Thamrin, Jakarta, Senin (16/4).

“Fee-nya kita kurangi, tapi mohon didoakan supaya pendapatan yang lain ada,” canda Santoso.

Karena itu, dia mengajak semua nasabah BCA untuk segera melakukan penukaran kartu Debit Paspor BCA, dengan kartu baru yang berlogo GPN di kantor cabang BCA terdekat.

“Selama ini pembayaran dengan kartu, kartu kredit dan debit sangat bergantung pada principal internasional. Principal internasional berbisnis juga tidak akan gratis, tentu akan beri charging,” jelas dia.

“Inisiatif (kartu berlogo GPN), kita mau menyatakan bahwa bangsa Indonesia mampu membangun suatu sistem pembayaran yang interoperabily dan terintegrasi, dimulai dengan kartu GPN ini. Untuk mengkoneksikan sistem pembayaran di dalam negeri,” imbuhnya.

Selain itu, pihaknya akan mendorong konversi kartu debit dari magnetik stripe menjadi chip. Sejauh ini, progres pengalihan ke kartu debit berteknologi chip sudah mencapai 30 persen.

Untuk diketahui dalam rencana Bank Indonesia, pada 31 Desember 2018, ditargetkan sudah 30 persen kartu debit yang menggunakan teknolagi chip.

“Kita punya 16,2 juta kartu (debit). Sudah konversi hampir 5,2 juta (kartu) jadi sudah hampir 30 persen. Kita harapkan 3 sampai 4 tahun lah bisa percepat konversi kan. Kita ajak costumer gunakan kartu ini,” ujar dia.

“Kita akan kembangkan lagi yang lain, nanti ada lagi kartu kredit, sistem pembayaran dengan e-commerce. Nanti akan diatur sebagai bagian dari sistem pembayaran di domestik,” tandasnya. (**/luk-dd)

LEAVE A REPLY